Oleh : Aisyah Nur Adhayani

Pernahkah kalian menjadikan seseorang rumah? Rumah tempat ternyaman, tempat untuk beristirahat dan pulang. Aku pernah merasakan sosok itu pada seseorang. Aku terlalu percaya kepada orang itu dan menjadikan ia sebagai rumah. Berbagi cerita keseharian dan curhat tanpa memikirkan bahwa dia adalah manusia yang bisa berubah dan pergi kapan saja.

Rumah yang menemaniku dalam waktu yang bisa dibilang tidak singkat, sekarang pergi membawa semua kenangan yang pernah aku ceritakan dalam rumah itu. Sekarang hanya ada aku dan luka yang tersisa. Manusia itu dinamis, kamu akan pulang ke mana jika dia hilang dan pergi? Sementara rumah itu harus statis. Sifat gampang percaya kepada orang itu harus dihindari, karena manusia bisa berubah kapan saja. Mungkin hari ini dia masih tetap ada, tapi kita tidak tau apa yang terjadi besok dan seterusnya.

Faktanya, tidak ada yang bisa dipercaya, apalagi jika dia hanya seorang teman atau pun pasangan. Tidak ada yang benar-benar stay. People come and go. Selalu ada itu bohong. Jadi turunkan ekspektasi kamu. Berdamailah dengan diri sendiri, karena rumah terbaik adalah diri kita sendiri.

Watansoppeng, 13 November 2022

(Visited 34 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *