Oleh: Nesa Marcelina*

Pertama kali saya dipanggil mewakili kelas untuk suatu acara yang belum saya ketahui. Saat itu bapak guru memanggil tiga nama untuk satu kelas, dan namaku termasuk di dalamnya. Saya bertanya-tanya acara apa yang dimaksud? Terlebih acaranya cenderung mendadak, sehingga tidak ada info awal yang beredar di kalangan siswa.

Rasa penasaran saya pun hilang setelah memasuki ruangan aula sekolah kami SMAN 1 Nan Sabaris. Kursi tamu sudah diduduki beberapa undangan, tidak terkecuali narasumber tunggal sang inspirator hebat yang masih asing bagiku.

Saat acara “Gemerlap Pena Anak Indonesia” dimulai, dan pembawa acara memperkenalkan sang narasumber bernama Ruslan Ismail Mage, belum nampak greget acaranya. Namun, ketika sudah berbicara dengan narasi-narasi inspiratifnya, saya mulai terkagum-kagum sekaligus terheran-heran.

Terkagum-kagum karena pada saat ia berbicara, narasi dan vokalnya yang cenderung berirama membuatku mengiyakan setiap kata dan kalimat yang ia lontarkan. Terheran-heran karena ia orang Bugis asli yang mencintai dan sangat membanggakan alam budaya Minangkabau.

Baru saja mengikuti acara ini, saya merasa sudah banyak ilmu yang saya dapat. Menurut saya, bapak Ruslan memiliki mimpi yang sangat mulia dan besar yaitu membawa generasi muda untuk menemukan kesuksesan. Terlebih setelah mengetahui begitu banyak karya-karya bukunya yang terdapat di google, membuaku semakin berdecak kagum kepadanya. Sangat keren, dan saya juga ingin nama dan karyaku bisa ditemukan di google.

*Siswi SMAN 1 Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman

(Visited 35 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *