Oleh: Cinta Fitriadi*
Langkah kaki yang menuntun saya memasuki koridor sunyi yang terkesan gelap. Tak ada yang mampu bertahan mengikuti alunan nada yang diciptakan oleh sang gema. Hanya bayangan hitam yang menjadi teman, dan hentakan sepatu sebagai kawan. Saya tak butuh sandaran untuk apa yang sedang saya rasakan. Koridor terus menuntun saya menuju ruang hampa yang tidak bermakna. Langkah demi langkah saya selesaikan hingga tiba dipenantian akhir. Akhir menunjukkan awal dari sebuah kisah. Perlahan, saya buka lembaran awal cerita ini.
Kamis pagi memanggil saya melalui pengumuman menuju aula. Saya merasa hari ini begitu berat untuk dilalui, tapi tak apa. Saya punya sebuah visi dan secercah misi sebagai tujuan dari hidup saya. Monokromatik mengingatkan saya pada hari itu. Di luar sedang hujan deras, tapi lampu aula mendekap saya dengan hangat. Masuklah pada lembaran selanjutnya. Goresan tinta dan hasilnya diselembar kertas menjadi bukti, saya hadir karena hal ini. Narasi pendek adalah saksi bahwa peristiwa itu memang terjadi.
Sebentar lagi, Saya akan tiba di lembaran akhir. Lembaran penting yang menjadi hasil dari perjalanan yang saya lalui. Saya berhenti di dinding tinggi koridor itu. Saya sudah buktikan bahwa saya mampu. Saya yakin dan saya bisa. Ternyata saya adalah penulis hebat yang menciptakan tulisan ini. Goresan pena sederhana telah mengubah saya menjadi diri saya sendiri. Saya menemukan diri saya. Saya sudah mengubah sebuah tinta menjadi masa depan yang saya dambakan. Terima kasih untuk semua hal indah yang terjadi.
*Siswi SMAN 1 Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman
(Visited 31 times, 1 visits today)
