Oleh: Nur Aqilah Salim
Keheningan malam menitip salam
Pada kunang-kunang yang terbang
Membawa angan dan kenangan
Siap sambut elok mentari esok hari
Dari terang yang dibawa sang kunang
Menyuratkan perpisahan untuk rindu
Sungguh tak ada yang mau rasa sendu
Semua orang juga tahu akan pilu
Pagi itu anak-anak bersorak
“Selamat tinggal putih biru!” katanya
Padahal itu awal haru biru si realita
Bukan rahasia lagi, kan?
Diiming-imingi kebebasan
Ingin menjadi manusia dewasa
Seketika lupa dengan kerasnya dunia
Lupa drama dan hiruk pikuk kota
Tuan, puan, dan kawanku sekalian
Masa kecil memang intan berlian
Tapi masa remaja juga permata bukan?
Rasanya ingin terus di sana
Tak ingin lepas genggam kalian
Harap tidak ada akhir dan perpisahan
Sepertinya terdengar sangat egois
Pinta manusia satu ini
Haru tinggalkan putih biru
Tuju abu-abu, sedikit keliru
Bukan khawatir tentang temu
Tapi hangat yang bisa jadi semu
Tuan, puan, dan kawan sekalian
Haru setelah putih biru
Sampai bertatap kembali
Pada jumpa berikutnya
Watansoppeng, 22 Juni 2022
