Percuma cerdas tapi tidak beretika adalah kalimat yang cocok disematkan kepada orang-orang yang merasa dirinya cerdas, punya banyak harta tapi etikanya dipertanyakan.
Ibu pernah berpesan,
“Walaupun kita orang tidak punya, pendidikan rendah, tapi kalau kita punya yang namanya attitude, kita akan kelihatan sangat berkelas di mata orang. Begitu pun sebaliknya, walaupun pendidikan kita tinggi, tapi kalau tidak punya etika, kita akan terlihat sangat rendah di mata orang.”
Terkadang seseorang yang memiliki kecerdasan yang lebih, akan merasa sebagai orang yang paling istimewa, merasa dirinyalah yang paling sempurna, hingga merendahkan orang lain dengan sombongnya. Namun, ia tidak sadar bahwa di luar sana banyak orang yang jauh lebih segala-galanya daripada dirinya, tapi mereka tidak menyombongkan diri.
Kita harus selalu ingat pribahasa lama “Sepandai-pandainya tupai melompat, dia pernah jatuh juga” sekaya-kayanya kita, sepintar-pintarnya kita, tidak menutup kemungkinan kita akan jadi orang miskin atau tidak lulus dalam suatu sebuah ujian.
Ingat, roda kehidupan berputar, kita tidak selamanya di atas.
Jangan pernah menyombongkan diri, karena apa yang telah kita miliki sekarang tidak akan menjadi milik kita selamanya. Ada kalanya kita akan terjatuh dan susah untuk bangkit kembali. Jangan pernah memandang rendah orang lain, karena takdir kita rahasia Sang Pencipta. Orang yang kita pandang buruk bisa saja menjadi penolong kita di saat susah nantinya
Janganlah seperti balon, semakin berisi semakin melayang hingga lupa diri dan ketika pecah maka akan terabaikan, tapi jadilah seperti padi, semakin berisi semakin merunduk dan semakin berguna.
Bagiku, hidup tanpa etika seperti berjalan tanpa benang sehelai pun, sangat memalukan dan tak mempunyai harga diri. Belajar beretika di dalam hidup jika ingin dihargai oleh orang lain.
