Angin berhembus dan juga agak berdebu di bawa teriknya matahari, aku melangkah masuk menuju Aula Masjid Agung Lasusua tempat dilaksanakannya Seminar Nasional “Menjadi Guru Tangguh di Tengah Serbuan Imperialisme Digital.
Ketika masuk langsung saja terdengar suara sang motivator ku yang sedang berbicara di depan banyaknya peserta ,sontak mataku mencari sumber tempat suara itu, tepat di Depan sana aku menatap ke arahnya saat ia sedang mengeluarkan kata-kata bijaknya jantungku berdebar sampai mataku tak berkedip.
Tidak lama kemudian aku bergabung di tempat sahabat PAI ku duduk.. Rasanya hatiku sedikit sedih karena tidak semua sahabat PAI Kolaka Utara hadir di Seminar Nasional Menjadi Guru Tangguh di Tengah Serbuan Imperalisme Digital dan bertemu dengan sang motivator kami Bapak Ruslan Ismail Mage, Beliau Founder Pena Anak Indonesia Wadah kami belajar dan berkarya.
Kala itu sang motivator Bapak Ruslan Ismail Mage berpuisi, Rentetan Kalimat Puisi itu membuat seketika jantungku berdebar kencang karena kali pertama ku melihatnya dan juga Mendengar narasinya secara langsung. Alhamdulillah Allah memberiku Kesiapan untuk berjumpa beliau.
Karya : Siswi SMP 13 Kolaka Utara
Besse Zaskia Utami.
