Oleh: Nur Aqilah Salim

Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada tanggal 20-21 Mei 2022, telah berlangsung kegiatan perkemahan Jumat Sabtu atau yang lebih dikenal dengan nama “Perjusa”. Kegiatan ini diwajibkan mengingat pramuka sebagai salah satu ekskul wajib di sekolah dan memang tujuan utama perjusa yaitu dalam rangka peralihan dari pramuka siaga ke pramuka penggalang.

Adapun pesertanya meliputi seluruh siswa- siswi kelas 8 yang mendapatkan izin dari orang tua/ walinya, sementara panitia terdiri dari pengurus pramuka dan osis SMPN 1 Watansoppeng periode 2020/2021 dibantu beberapa orang anggota PMR. Perkemahan digelar di sekolah kami, SMPN 1 Watansoppeng. Dengan rangkaian acara yang telah disusun sedemikian rupa.

Persiapan telah dilakukan dari jauh hari, bahkan telah ditunda sampai berkali-kali, yang seharusnya diselenggarakan pada akhir tahun 2020, tetapi pandemi Covid-19 mengakibatkan acara ini mundur jauh hingga akhirnya baru mendapatkan izin pada bulan Mei 2022.

Hari pertama bisa dibilang masih berjalan sesuai rencana, agenda masih tersusun rapi sesuai ekspektasi. Dibuka dengan penerimaan peserta, dilanjutkan dengan upacara pembukaan, lalu bakti sosial membersihkan lingkungan sekolah, kemudian istirahat, salat maghrib berjamaah, makan malam, setelah itu bersiap untuk puncak kegiatan, yaitu upacara peralihan yang sakral.

Selepas peralihan diberikan jeda untuk salat isya, barulah sampai pada acara paling seru sekaligus paling ditunggu, tentu saja malam pentas kesenian, disinilah bakat para peserta diasah. Ragam persembahan menakjubkan ditampilkan, mulai dari persembahan vegters scout, panitia, hingga perwakilan dari tiap-tiap kelas.

Tidak berhenti disitu, sekitar pukul 4 dini hari para peserta bangun untuk renungan di tengah kesunyian, di bawah gemerlap bintang dalam gelap malam, di lapangan sekolah. Lalu lanjut dengan salat Subuh berjamaah, senam, kemudian sarapan.

Sampai akhirnya tiba di acara terakhir pada hari Sabtu yang paling menyita waktu, menguras tenaga, mengundang dahaga dan ciptakan banyak peristiwa tidak terduga. Ya, apalagi kalau bukan hiking. Petualangan peserta dari pos ke pos untuk mendapatkan pelajaran dan pengalaman sekaligus menguji kesabaran, mental, dan karakter.

Terima kasih untuk seluruh peserta yang luar biasa hebat telah menyempatkan waktunya untuk mengikuti rangkaian kegiatan dari awal sampai selesai. Semoga ada pelajaran berharga yang dapat dipetik dari perjusa kali ini. Terima kasih juga kepada bapak ibu guru yang telah mendukung jalannya acara, tanpa dukungan dari bapak dan ibu, perjusa masih tetap rencana tanpa pernah terselenggara.

Terima kasih serta apresiasi yang setinggi-tingginya untuk para panitia yang telah memberikan segala yang terbaik demi menjalankan tugasnya, dengan ini tunai sudah program kerja terakhir kita di SMPN 1 Watansoppeng. Saatnya kembali kepada kenyataan tentang perpisahan yang sudah di depan mata. Sampai jumpa dan terima kasih untuk kebersamaan dan kerjasamanya selama ini.

#Spensahebat

#Spensakeren

Watansoppeng, 23 Mei 2022

(Visited 81 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Nur Aqilah Salim

Aku biasa dipanggil Qilaa. Lengkapnya Nur Aqilah Salim. Bergabung di Pena Anak Indonesia sejak 25 September 2021 dengan tulisan pertamaku sebuah sajak berjudul “Sandiwara”. Berawal dari menuliskan yang tak terlisankan, hingga akhirnya pada awal tahun 2022 kumpulan goresan penaku dan teman-teman dibukukan, menjadi buku pertama kami yang saat itu masih berstatus pelajar di SMPN 1 Watansoppeng. Sekarang aku sedang menikmati hiruk pikuk organisasi di SMAN 8 Soppeng! Jika ditanya apa hal yang dapat membuatku kecewa, jawabnya adalah semua energi negatif dari segala perilaku tega manusia di muka bumi ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *