Oleh: Suci Angraini

°UKS°

Aldino berusaha untuk menyadarkan Veni dan Vani yang berada di atas brankar yang sama, Alia?, Yah, Alia tidak jadi di bawa ke uks oleh kawan-kawannya, tapi langsung dibawa ke rumah sakit.

“Dek bangun.”Aldino terus menepuk pipi kedua adiknya yang belum sadarkan diri juga sejak 2 jam yang lalu, hingga membuat dirinya dan kawan-kawannya tidak memasuki kelas dan mengikuti pelajaran yang sedang berlangsung, khawatir?, tentu saja Aldino sangat khawatir melihat kedua adiknya belum sadar.

“Al, gue mau nanya, yang di samping Vania itu siapa?, kenapa penampilan, body, tingginya sangat mirip eh bukan mirip lagi tapi kembar gitu, dan kenapa lu khawatirin dia juga?.”tanya Arkan.

Aldino pun membuka masker hitam yang masih menutupi sebagian wajah Venia dan memperlihatkan semua wajah Venia yang membuat kawan-kawan Aldino terkejut.

“Eh kenapa ada dua Vania di sini?.”

“Kenapa wajahnya kembar dengan wajah Vania?.”

“2 orang tapi dengan wajah yang sama.”

Itulah pertanyaan yang dikeluarkan oleh beberapa kawan² Aldino dengan wajah yang teramat bingung.

“Venia di sini cuman satu, dan kenapa wajah mereka kembar?, yah karna mereka anak kembar.”Aldino menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan oleh sahabatnya dengan wajah datar.

“Kembar?, setahu kita yah, lu cuman punya satu adik dan kenapa bisa jadi 2 gitu Al?.”tanya Deon yang sedari tadi diam.

“Gue punya 3 adik, lu pada aja yang nga tau.”

“3?, yang satunya lagi siapa?, dan kenapa kembaran Vania baru muncul?.”tanya Anza

“Yang 1 nya lagi nga ada di Indonesia, dia sedang berada di Prancis dan beberapa bulan lagi mungkin udah balik ke Indonesia, Venia baru muncul di sini karena beberapa bulan lalu dia sedang sekolah di Amerika dan memutuskan balik ke Indonesia karena mau sekolah bareng Vania.”jawab aldino panjang lebar.

“Ouh ternyata nama kembaran Vania itu Venia.”semua yang berada di situ mengangguk mengerti.

“Eugh.”

Mereka mendengar lenguhan seseorang pun langsung berbalik mencari asal suaranya, ternyata Venia sudah sadar dari pingsannya.

Venia menatap sekeliling dan melihat Aldino dan kawan-kawannya sedang menatap dirinya, Aldino yang melihat Venia terbangun langsung menghampiri nya.

“Udah sadar ternyata, gimana keadaannya humm?.”tanya Aldino.

“Emang Veni kenapa?.”tanya Venia bingung dan memiringkan kepalanya ke samping dengan tatapan polosnya.

“Kumat lagi.”ucap Aldino lirih.

“Gapapa kok, Venia gapapa.”jawab Aldino.

“Ouh, eh Vani bangun cepetan.”Veni mencoba membangunkan Vani yang terbaring di sampingnya.

“Veniiiii.”Vania berteriak di samping telinga Vania yang membuat Vania langsung sadar dan terduduk dengan nafas ngos-ngosan.

“Apaan sih Van, Veni lagi tidur, trus lagi mimpi indah, eh malah dibangunin. Kenapa sih hah?.”Vani bertanya dengan nada kesal.

“Gapapa.”jawab Veni dengan polosnya.

Sedangkan Aldino dan kawan-kawannya tercengang karena Vani yang berkata sedang tidur dan sedang mimpi indah.

Kesal?, tentu saja Aldino sangat kesal, bagaimana bisa Vani mengatakan bahwa dia sedang tertidur dan saat Aldino mencoba membangunkan Vani, Vani tidak kunjung bangun, seperti orang pingsan saja.

“Huh, dah lah yuk kita pulang.”ajak Aldino

“Trus kita nga masuk kelas gitu bang?.”tanya Vani.

“Udah nggak usah, ini kan hari Jumat, jadi tinggal beberapa menit juga bel pulang udah bunyi.”jawab Aldino.

“Yok pulang.”ajak Aldino kepada adik-adiknya dan kawan-kawannya.

“Gendong.”kata Vania dan Venia serempak sambil merentangkan tangannya kepada Aldino.

“Huh, ya udah ayo sini.”ucap Aldino dan menggendong Veni di belakangnya dan Vani di depannya secara bersamaan, itu bukanlah hal sulit bagi Aldino karena tubuh Vania dan Venia begitu mungil jadi memudahkan Aldino untuk menggendong keduanya secara bersamaan.

“Lu gendong si kembar kayak gitu, emang mereka nggak berat?.”tanya Arkan sambil menaikkan sebelah alisnya.

“Nga berat sama sekali, udahlah ayo pulang.”ucap Aldino dan bergegas meninggalkan ruang uks menuju parkiran.

°Parkiran°

Aldino membuka pintu mobilnya dan menurunkan adiknya satu persatu dan memasukkannya ke dalam mobil dibagian belakang dan menutup pintu mobilnya, setelah itu, Aldino langsung menuju pintu bagian depan dan menyalakan mesin mobilnya dan menuju mansion mewah Bagaskara. Setelah itu mobil Aldino perlahan-lahan menghilang dari depan SMA Angkasa.

°Rumah°

Ceklek,

Aldino membuka pintu rumahnya dan masuk ke dalam diikuti oleh Vania dan Venia.

“Eh, kenapa pulangnya cepet.?”ucap Clara saat melihat anak-anaknya duduk di sofa yang berada di depannya.

“Bunda nggak inget yah, ini kan hari Jumat jadi pulangnya cepet.”ucap Aldino.

“Dan tadi ada siswi yang nyoba nyakitin Vani sama Veni bund,”ucap Aldino lagi.

“Siapa yang berani-berani nyakitin adik kamu Al?.”ucap Clara geram. Clara tidak akan diam jika ada yang mencoba menyakiti anak-anaknya.

“Itu udah Al urus. Besok siswi itu nggak bakal ada di SMA Angkasa dan juga akan menghilang bagaikan ditelan bumi.”seringai Aldino.

(Visited 14 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *