Oleh : Irmayanti

Tidak “mudah” tersenyum ketika hati menangis dan teriris, tapi akan terasa “indah” ketika kita menyadari itu bagian dari kasih Ilahi Rabbi, agar Allah memindahkan kebaikan-kebaikan orang yang menyakiti kita.

Tidak “mudah” bangkit dalam keadaan terpuruk, tapi akan terasa “indah” ketika kita menyadari bahwa Allah sedang menyapa dengan cinta-Nya. Agar kita tumbuh besar dan kuat.

Tidak “mudah” memberi ketika diri sendiri dalam kekurangan, tapi akan terasa “indah” ketika kita bisa membahagiakan orang lain. Bukan membahagiakan diri sendiri.

Tidak “mudah” memaafkan ketika kita dibenci dan di hina, tapi akan terasa “indah” kalau itu bagian dari penyucian diri, dan ikhlas hanya mengharap ridha Illahi Rabbi.

Tidak “mudah” melupakan kegagalan ketika kita masih berkubang didalamnya
Tapi akan terasa “indah” ketika menyadari itu adalah awal dari kesuksesan kita.

Tidak “mudah” melupakan masa lalu yang menyakitkan, tapi akan terasa “indah” ketika menyadari itulah jalan yang harus ditempuh, untuk mengawali kebahagiaan yang akan diberikan Allah sebagai penggantinya

Tidak “mudah” menghilangkan duka karena kehilangan, tapi akan terasa “indah” ketika menyadari bahwa Allah telah meminjamkan kepada kita beberapa saat.

Tidak “mudah” menghadapi penderitaan dan cobaan yang terus mendera, tapi akan terasa “indah” ketika menumbuhkan kesabaran dan rasa syukur, dan menyadari itu bagian dari cara Allah menyayangi hambanya. Seperti Allah menyayangi para Nabi dan Rasul-Nya..

(Visited 32 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *