Oleh : Nayla Basam

Pada bait aksaraku, kutuliskan berbagai rasa perihal bahagia

Dengan lantang kuikrarkan bahwa aku sangat amat bahagia karena memilikinya, padahal lukalah yang tengah kusembunyikan dari mereka

Tentang dirimu yang pernah berjanji akan terus bersamaku dan yakin bahwa tak ada insan yang bisa mencintaiku sebesar perasaanmu kepadaku

Aku percaya itu, dahulu.

Namun apakah janjimu di masa lalu masih bisa kupegang setiap waktu?

Memaksa lupa bahwa nyatanya kamulah yang meninggalkanku terlebih dahulu

Dengan waktu yang sudah tak terhitung semenjak aku dan kamu tak lagi berbincang, rasanya tak begitu baik

Aku rindu, namun kubuat rinduku dikelilingi tebing rasa sungkam

Sejujurnya, aku tak beranjak pergi darimu

Aku masih ada walau tak lagi menyapa

Sudah tak ingin memikirkanmu lagi

Tak ingin berharap akan hubungan kita yang tak pasti

Lalu sebenarnya apa tujuan semesta menyatukan kita dahulu walau ujungnya tak seperti dugaan kita kala itu?

Tapi tak apa

Doaku akan selalu menyelimutimu

Doa yang selalu kulontarkan di setiap malamku

Dan maaf, jika pada akhirnya pilihan terbaikku yaitu meninggalkanmu

Watansoppeng, 27 Oktober 2021

(Visited 54 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *