“Oh iya Han, Arsa dan Maya kemana?” tanya Arya.
“Katanya sih mau jalan-jalan, entar juga balik. Ya, main game yuk” ajak Reyhan.
“Oke lah udah lama juga gak main” ucap Arya.
Mereka bertiga kemudian bermain game sambil mengunggu Arsa dan Maya pulang. Saat sedang asik bermain game, tiba-tiba Maya muncul dengan wajah pucat dan bermandikan keringat
” May, kamu kenapa?” tanya Reyhan,
“Iya may, dan Arsa mana?” tanya Arya
“A..Arsa Ya” ucap Maya dengan terengah-engah.
“Arsa kenapa May?” tanya Arya
“Arsa ilang” ucap Maya
“kok bisa May?” tanya Reyhan
“May, ceritakan detailnya!” sahut Arya
“Tadi saat kami berdua sedang jalan-jalan di pinggir hutan, tiba-tiba ada benda aneh yang jatuh di hadapan kami, aku melihat benda itu ternyata burung gagak, dan saat berbalik Arsa udah gak ada di belakangku” Jelas Maya.
“Han, Ren, May, hal ini jangan beritahu penduduk desa dulu, aku akan mencari Arsa” ucap Arya
“Loh Ya, kenapa gak lapor pak kades aja?” tanya Reyhan
“Sebaiknya jangan melibatkan warga desa, aku merasa ada yang ganjil di desa ini, sebaiknya kurangi interaksi kalian dengan warga desa jika tidak berhubungan dengan observasi kita di desa ini” jelas Arya
“Iya Ya, aku juga ngerasa desa ini sangat aneh” kata Rendra
“Ya udah, aku mau nyari Arsa dulu. May, bisa antar aku ke tempat Arsa hilang?” Kata Arya
“Iya Ya, akan ku antar” jawab Maya
Maya dan Arya pergi ke tempat Arsa hilang “May, kamu yakin di sekitar sini?” tanya Arya
“Iya Ya, aku yakin banget” Jawab Maya
Arya mencari petunjuk dengan merasakan hawa kehadiran Arsa tapi ia tidak merasakan hawa keberadaan Arsa
Saat Arya sedang mencari Arsa, tiba – tiba ponselnya berbunyi. Arya kemudian mengangkat telefon tersebut
“Ya, kamu dimana?” tanya Maya dari balik telepon
Arya terkejut saat mendengar suara Maya dari balik telepon, Arya melihat kebelakang dan Maya sudah tidak ada dibelakangnya
“May, Arsa sama kamu kan? tanya Arya
“Iya Ya, Arsa ada disini kami sedang berjalan pulang” jawab Maya
“Oh gitu May, ya udah aku tutup ya ” ucap Arya memutus sambungan teleponnya dan bergegas kembali ke kontrakan.
Sesampainya di kontrakan, Maya terkejut karena Reyhan dan Rendra menanyainya tentang Arya “May, Arya mana?” tanya Reyhan.
“Iya May, kamu kan tadi bilang Arsa hilang di dekat hutan” kata Rendra
“Maksud kamu apa sih, siapa yang ke pinggir hutan? kami pergi kekebun untuk melihat kegiatan berkebun di sana” jelas Maya
Reyhan dan Rendra saling bertatapan dan bingung, “Jadi yang sama Arya tadi siapa?” kata Reyhan
Saat keempatnya berpikir, Arya muncul dari balik pintu, dengan nafas terengah – engah “Sa, kamu gak papakan?” tanya Arya pada Arsa
“Aku gak papa kok Ya” jawab Arsa
“Sa, Han, May, Ren, ada yang bermasalah dengan desa ini aku ingin menyelidikinya, sebaiknya kalian tetap menjalankan kegiatan kampus” ucap Arya
“Tapi Ya, masa kamu sendirian. Aku ikut ya!” kata Arsa
“Sa, ini mungkin berbahaya aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu” kata Arya
“Tapi Ya” kata Arsa
“Sa, aku tidak ingin terjadi apa-apa padamu” Jelas Arya
“Hmm, baiklah aku tidak akan ikut” Ucap Arsa
Keesokan harinya mereka berlima pergi ke perkebunan pala, untuk melihat keadaan di perkebunan tersebut
Mereka berlima berjalan melihat lihat pohon pala dan mengamatinya, Arya berjalan lebih dalam lagi ke area perkebunan pala.
Saat Arya berjalan ke area dalam perkebunan, Arya mendengar suara itu lagi yang berkata, “Terus jalan sampai di depan pohon yang melengkung seperti gerbang” kata suara itu
Arya mendengarkan suara tersebut dan berjalan lebih dalam ke perkebunan pala. Setelah beberapa lama berjalan, Arya akhirnya sampai di tempat yang suara tersebut katakan
Arya mendekat ke arah dua pohon pala yang melengkung seperti menyerupai sebuah gerbang, “Pohon pala ini aneh” kata Arya yang penasaran.
Arya kemudian berjalan ke arah pohon pala itu dan lewat di antara kedua pohon itu, Arya terpental beberapa meter dari pohon tersebut.
Saat Arya terpental, suara itu muncul lagi dan berkata “Fokuskan kekuatanmu dan berkonsentrasi dengan lingkungan sekitarmu lalu cobalah lagi” kata suara misterius itu
Arya memfokuskan kekuatannya dan mencoba berkonsentrasi, kemudian Arya mencoba lagi melewati gerbang tersebut.
Dengan bersusah payah, Arya akhirnya bisa melewati gerbang itu. Saat Arya berhasil melewati gerbang itu, Arya terkejut melihat hal didepan matanya
” A..apa yang sebenarnya terjadi” ucapnya terkejut,
Saat Arya masih terkejut tiba – tiba Arya dihadang beberapa orang
Saat Arya masih bingung dengan keadaan yang ia alami, seorang kakek mendekatinya dan berkata, “Nak, Asalmu darimana? mengapa engkau bisa keluar dari dalam sana?” tanya kakek itu sambil menunjuk gerbang yang Arya lewati.
“Saya Arya kek, saya dari kota, karena tugas dari kampus, saya dan teman – teman saya pergi ke desa seberang” ucap Arya.
“Jadi kamu adalah mahasiswa yang dikirim oleh Pak Darman?” kata Kakek tersebut
Arya bingung dan berkata “Bagaimana kakek tahu nama dosen saya?” tanya Arya
“Nanti kita bahas hal ini, kita harus segera menyelamatkan teman – temanmu” kata kakek itu
Saat Arya ingin bertanya tiba – tiba ia merasakan sakit di tubuhnya “Arrgg” kata Arya menahan sakit
“Nak, kamu kenapa” tanya kakek itu, Arya masih menahan sakit dan kalungnya memancarkan cahaya, kakek itu dapat melihat cahaya tersebut
Setelah cahaya itu redup, keadaan Arya mulai membaik dan langsung teringat pada Arsa “A..arsa, Arsa dalam bahaya aku harus menemuinya segera” Kata Arya
Saat ingin pergi, Arya ditahan oleh kakek itu dan berkata “Jangan gegabah, kamu tidak tahu makhluk apa yang kamu akan hadapi” ucap kakek itu.
“Tapi adikku Arsa dalam bahaya, aku bisa merasakannya, aku harus menyelamatkannya” ucap Arya langsung berlari kembali ke desa itu
“Kek, apa kita akan membantunya?” tanya cucu kakek itu
“Kita hanya bisa membantunya ketika penghalang kesana melemah” ucap kakek itu
“Tapi pemuda tadi dengan gampangnya melewati gerbang itu, bukankah gerbangnya sudah melemah” kata cucunya
“Pemuda itu bukan pemuda biasa, dia mempunyai kemampuan khusus” terang kakek itu
Disisi lain Arya berlari mencari Arsa di perkebunan pala itu tapi ia tidak menemukan Arsa, kemudian ia berlari pulang ke kontrakan
Saat dikontrakan, Arya melihat Arsa duduk di kursi depan kontrakan. Arya langsung menghampirinya dan berkata, “Sa, kamu gak papa kan” tanya Arya
Arsa tidak menjawabnya, Arya kemudian mendekat ke arah Arsa, Ternyata yang di depannya bukan Arsa melainkan siluman yang menyamar
Arya terkejut dan berusaha berlari. Tapi ia dengan mudah disusul oleh siluman itu, Arya berlari sekuat tenaga tapi lama kelamaan pandangannya buram dan semakin buram sampai pada akhirnya dia pingsan
Ternyata siluman itu membaca sebuah mantra pada Arya yang menyebabkan Arya pingsan, Siluman itu membawa Arya pergi ke suatu tempat
