Berjarak puluhan kilometer dari pusat ibu kota kabupaten, tidak membuat daerah ini menjadi tidak bergairah dari cerianya kehidupan anak-anak. Hiduplah seorang anak bernama Rama yang tinggal di rumah pamannya. Hari-harinya setiap pulang sekolah, selalu pergi membantu pamannya di kebun. Setiap pukul 07.00 pagi, Rama pergi ke sekolah diantar oleh pamannya. Hari itu sesampainya di sekolah, seorang teman bertanya kepadanya.
“Rama, apa kamu sudah tahu bahwa ujian sudah dimulai minggu depan?” Mendengar pertanyaan itu Rama agak kaget dengan mengkerutkan keningnya, tanda ia tidak tahu.
“Ya, belum tahu. Aku sibuk membantu pamanku, jadi tidak memperhatikannya,” jawab Rama.
“Oh, ya udah, aku pergi dulu ke kelas,” sambung temannya sambil bergegas meninggalkan Rama yang berdiri sendiri mematung.
Sesaat kemudian, lonceng berbunyi “teng teng teng”. Semua siswa bergegas ke kelasnya masing-masing. Lain halnya Rama, ia masih duduk memikirkan tugasnya yang belum diselesaikan. Rama sampai lupa kalau lonceng sudah berbunyi, hingga salah satu temannya berteriak memanggilnya.
“Rama!” Teriak Dafa mengingatkan Rama kalau bel masuk sudah berbunyi.
Rama pun teringat kembali dan cepat berlari menuju kelasnya, sebelum guru masuk.
“Huh” Rama menghembus nafas.
“Ram, lu kok tadi melamun sih, lu kenapa ha?”tanya Dafa.
“Ya, gue lagi mikirin banyak hal !” Jawab Rama.
“Ya udah, duduk cepetan entar gurunya Datang” kata Dafa.
“Iya” kata Rama.
Guru pun masuk dan mengajar. Sebelum menutup pelajaran guru menyampaikan bahwa minggu depan akan ada ujian.Sepulang sekolah Rama menunggu pamannya untuk menjemputnya, ketika pamannya datang Rama melihat ke arah pamannya. Rama ingin memberitahu pamannya agar ia bisa tinggal di rumah untuk belajar persiapan ujian. Tetapi Rama merasa segan dan tidak enak hati memberitahukan hal itu kepada pamannya.
Ketika sampai di rumah, Rama makan dan beristirahat. Sesudah makan, iapun istirahat. Seperti hari-hari biasanya, paman memanggil Rama untuk menemaninya dan membantunya berkebun. Saat itu juga Rama menghampiri pamannya dan berniat mengatakan sesuatu yang sedari tadi mengganjal di dalam benaknya. Karena ia ingin sekali belajar untuk persiapan ujian, maka dengan memberanikan diri, Rama akhirnya memberi tahu pamannya tentang hal tersebut.
“Paman, Rama ingin memberitahukan sesuatu” ucap Rama.
“Iya, bilang saja, nggak usah segan” kata Paman.
“Paman, Rama ada ujian minggu depan, boleh tidak Rama di rumah dulu sampai ujianya selesai?” tanya Rama ke paman.
“Iyaaa, tidak apa-apa Rama, kamu tidak usah membantu paman paman dulu, tugas utama kamu adalah belajar”. jawab paman.
“Terima kasih paman” kata Rama.
Setelah paman Rama pergi ke kebun, Rama berusaha untuk menyelesaikan seluruh tugas-tugasnya. Ia juga mengulang semua pelajaran yang telah diberikan oleh guru-gurunya di sekolah. Walaupun terasa berat, namun Rama mengerjakan semuanya dengan penuh semangat. Ia bertekad untuk mendapatkan nilai yang tinggi di ujian nanti.
