Oleh : Nur Aliyah

Hai, aku Naya. Naya Airinne Alidiya. Kali ini aku akan menceritakan sepenggal kisahku bersama dia, seorang lelaki yang bernama Narendra Kanala Ferghani atau panggil saja Narendra.

Awal mula kisahku ketika aku duduk di bangku SMP kelas 3. Waktu itu aku masih sangat muda untuk mengenal cinta bukan? ya aku tau dan itu semua berawal karena pada awalnya aku mengira kisahku bersamanya akan berjalan mulus seperti di novel- novel yang pernah aku baca tapi ternyata tanggapan aku soal cinta itu salah.

Awal mula aku mengenalnya melalui sosial media yang bisa disebut virtual. Awal kisahku bermula pada saat temanku mengenalkanku kepada skelompok pertemanannya yang dari berbagai kota.

Pada awal aku bergabung, aku sedikit merasa tidak nyaman. Namun hari demi hari akupun mulai bisa untuk berinteraksi dengan mereka, bahkan aku mempunyai banyak teman dari berbagai macam kota.

Pada akhirnya aku bertemu dengan seseorang yang bernama Narendra, seorang yang bisa dibilang lumayan banyak gadis yang tergila gila padanya.

Awalnya kita hanya berteman seperti biasa, namun aku tidak mengerti mengapa kita bisa menjadi sedekat ini, bahkan bisa dibilang aku dan dia bagaikan sepasang sepatu. Hari-hari selalu bersama dan tidak bisa dipisahkan.

Sampai akhirnya akupun mulai menyadari bahwa aku menyukainya, dan beruntungnya diapun merasakan hal yang sama. Sampai suatu saat dia mengatakan bahwa dia ingin hubungan kami lebih dari seorang teman, namun pada saat itu aku menolaknya karena aku tidak ingin merusak hubungan pertemananku dengannya.

Tapi dia tidak menyerah begitu saja. Beberapa kali dia terus menanyakan pertanyaan yang sama yaitu “maukah kamu menjalin hubungan denganku? yaitu lebih dari sekedar teman?” awalnya aku ragu namun dengan kesungguhannya akupun menerimanya.

Hubungan kita bisa dibilang baik baik saja, menjalani hubungan layak pasangan pada umumnya, saling menanyakan kabar satu sama lain, tertawa bersama -sama dan apabila ada masalah kita menyelesaikannya secara baik baik dan selalu mengambil keputusan dengan kepala dingin.

Namun berselangnya waktu dia pun mulai berubah, dia mulai mengabaikanku, dia tidak memedulikanku lagi. Aku sempat menanyakan kepadanya dan aku berkata “apakah kamu tidak bisa memberikan waktumu untukku?” dan dia hanya menjawab “aku sibuk” haha alasan yang sangat tidak jelas bukan? bahkan ketika aku menanyakannya lagi alasannya pun tetap sama.

Sampai akhirnya hubungan kita berada di ujung tanduk, aku dan dia sempat bercekcok panjang dan karena itu hubungan kita hampir usai tetapi karena kita berdua tidak ingin melepaskan satu sama lain, dan pada akhirnya membiarkan hubungan kita begini saja.

Rasa pahit saat menjalin hubungan dengannya tak pernah usai. Kesabaranku pun mulai habis untuk menghadapinya, kita bertengkar lagi, lagi, dan lagi. Pada akhirnya ketakutan yang selama ini kuhindari pun terjadi. Hubungan kita usai…
kisah aku dan dia benar benar sudah usai.
Tidak ada canda tawamu lagi, semuanya telah usai, dan aku telah menyelesaikan lembaran terakhir di bukuku bersamamu.

Hubungan aku dan dia layaknya buku, dimana suatu saat buku itu akan penuh/selesai dan pada saat itu jugalah hubungan kita pun usai. Siap maupun tidak kita harus tetap menulis buku kedua tanpa kehadirannya sekalipun.

Sangat menyakitkan bukan? sangat menyakitkan apabila kita jatuh cinta kepada seseorang yang bahkan kita tidak mengetahui seluk beluk mereka? dan malah berakhir seperti ini. Namun pada akhirnya aku mengetahui bahwa tidak semua kisah cinta akan berjalan mulus seperti di novel- novel, namun terkadang kisah cintapun hanya membuahkan rasa pahit.

Teruntuk Narendra..
lelaki yang sangat kucintai, percayalah aku tidak akan pernah menyesal untuk mengenalmu, namun andai bisa mengulang waktu aku lebih baik tidak mengenalmu ataupun menjalin hubungan denganmu walaupun menjalin hubungan denganmu sangatlah indah, tetapi kamu terkadang memberi luka kepadaku.
Aku harap kita tidak bertemu lagi dikemudian hari. Cukup kamu yang menjadi obat dari lukaku dan menjadikannya luka kembali.

Terima kasih karena sudah mengisi hari-hariku. Sangat menyenangkan bisa bersamamu Narendra. Tetapi maaf karena aku masih mencintaimu sampai saat ini.

— 2 oktober 2019

(Visited 51 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *