Oleh : Muh.Irwan
Suatu hari, ada sekelompok mahasiswa dari kota berangkat ke sebuah desa untuk melaksanakan kegiatan kampus. Mereka berangkat menggunakan sebuah mobil milik ketua tim.
Di dalam mobil tersebut beranggotakan lima orang: Reyhan, Maya, Arsa, Arya, dan Rendra
Ketua tim bernama Arya. Dia yang menjalankan mobil itu ke sebuah desa yang letaknya berkilo-kilometer dari kota.
Di dalam mobil mereka mendiskusikan tentang kegiatan yang akan mereka lakukan di desa tersebut.
Setelah lama berkendara, desa yang menjadi tujuan terlihat. Saat sedang asik mengobrol, tiba-tiba Arsa menyuruh Arya menghentikan mobil.
“Arya, berhenti!”
Mendengar hal itu, Arya langsung menginjak rem mobil secara mendadak. Arya bertanya kepada Arsa mengapa ia menyuruhnya menghentikan mobil.
“Sa, kamu kenapa? mual, ya?”
Belum sempat Arya menyelesaikan kalimatnya, Arsa langsung keluar mobil. Melihat hal itu, Arya langsung menyusul Arsa.
Arya melihat seolah-olah Arsa sedang berbicara dengan seseorang, tetapi dia tidak melihat siapa-siapa. Namun, Arya bisa merasakan sosok lain di depan Arsa.
Arya menyuruh teman-temannya untuk tetap di dalam mobil. Teman-temannya yang mengerti menganguk dan Arya menghampiri Arsa.
“Sa, apa yang kamu lihat?”
Arya dan Arsa adalah saudara kembar, namun tidak identik. Anehnya, mereka dapat melihat dan merasakan hawa kehadiran makhluk dari dunia yang berbeda.
“Arya, kita menabrak seorang gadis kecil dan dia sedang kesakitan. Bisa kau membantunya”
Arya mengangguk dan berkata, “Iya, Sa. Aku akan membantunya. Pegang tanganku dan tutup matamu. Kita lakukan seperti biasanya,” ucap Arya yang langsung diikuti oleh Arsa
Arsa dan Arya memejamkan matanya. Setelah beberapa saat, Arya kemudian membuka matanya. Seketika Arya bisa melihat makhluk tak kasat mata di depannya.
Sembari mengucap sebuah mantra, Arya kemudian mengulurkan tangannya kepada gadis kecil itu dan berkata, “Peganglah tanganku, jangan takut. Aku hanya ingin menyembuhkanmu.”
Setelah mendengarkan ucapan Arya, gadis kecil itu memegang tangan Arya. Seketika sebuah cahaya keemasan muncul yang hanya dilihat Arya dan gadis kecil itu itu. Cahaya keemasan itu mulai memudar dan luka bocah perempuan itu pun sembuh.
Arya meminta maaf pada gadis kecil tersebut karena kurang hati-hati dan tidak merasakan hawa kehadirannya. Setelah meminta maaf, Arya berpamitan kepada gadis kecil itu.
Belum sempat berdiri, gadis kecil itu menahan tangan Arya dan berkata, “Apakah kalian ingin ke desa itu?” ia menunjuk ke desa di depan
Arya mengangguk dan berkata, “Iya, tujuan kami ingin ke desa itu untuk melaksanakan kegiatan sekolah.”
Gadis kecil itu mengatakan sesuatu kepada Arya, “Kakak yang baik, nanti kakak mampir ya kerumahku?” ucap gadis kecil itu
Arya mengangguk. “Gadis kecil, siapa namamu?”
“Namaku lili. Ya udah Kak, Lili pulang dulu” ucap Lili berpamitan kepada Arya
Setelah Lili menghilang dari pandangan, Arya menyadarkan Arsa kembali.
“Sa, udah selesai!” Arya membantu Arsa berdiri dan berjalan ke mobil
Melihat Arsa dan Arya sudah kembali, teman-temannya bertanya, “Ada apa, Ya? Sa, ada siapa tadi;”ucap Reyhan
Arya memasuki mobil dan menjawab Reyhan. “Tadi kita nabrak gadis kecil, namanya Lili” ucap Arya.
Mendengar itu, Reyhan semakin penasaran bagaimana melihat makhluk halus.
“Ya, kira-kira aku bisa gak liat makhluk gaib juga?” tanya Reyhan.
Mendengar itu, Arya mengangguk dan berkata, “Bisa Rey, tapi emang kamu bisa menahan energi spiritual dari makhluk gaib itu?” ucap Arya.
Rendra angkat bicara “Rey, Rey belum juga makhluk itu muncul kamu udah ketakutan ” ucap Rendra yang disusul oleh tawa kami semua. Arya
kemudian melajukan mobilnya menuju rumah kepala desa di desa tersebut
Sesampainya di rumah kepala desa, mereka berlima turun dari mobil dan disambut dengan hangat di desa tersebut. kepala desa sudah menyiapkan sebuah kontrakan miliknya dan membiarkan kami tinggal disini secara gratis.
Di kosan tersebut ada 3 buah kamar tidur. Arya dan teman temannya hanya menggunakan dua kamar, Arya Reyhan, dan Rendra tidur di kamar yang sama. Maya dan Arsa tidur di kamar lain.
Malam harinya, Arya merasakan hawa yang aneh di desa itu. Arya susah tidur dibuatnya. Karena merasakan hawa yang mengganjal baginya seolah ada makhluk lain di rumah ini. saat memikirkannya Arya langsung memikirkan Arsa.
Arya bergegas ke kamar Arsa. Saat Arya berada di depan pintu kamar Arsa, Arya langsung merasakan hawa yang kuat tapi masih bersahabat dari ruangan yang di tempati adiknya.
Arya membuka pintu kamar, benar saja Arya dapat merasakan hawa kehadiran makhluk lain di kamar itu Arya kemudian membangunkan Arsa
Arsa yang tertidur terbangun karena Arya. Arya bertanya pada Arsa “Sa apa yang kamu lihat dalam ruangan ini” tanya Arya pada Arsa
Arsa mengamati sekeliling ruangan dan terfokus pada sudut ruangan kemudian ia menjawab “Ya aku melihat sosok wanita sedang berdiri di sudut sana sambil melihat kita” ucap Arsa sambil menunjuk sudut ruangan
Arya bertanya pada Arsa “Sa apa kamu bisa berkomunikasi dengan sosok itu”tanya Arya
“Akan aku coba” ucap Arsa kemudian berjalan ke sudut ruangan untuk berkomunikasi dengan sosok tersebut
Sosok itu berdiri di pojok ruangan. Namun, sosok itu tidak melakukan apa pun yang dapat membahayakan Arsa. Kemudian, Arya mulai mengajak sosok itu berbicara.
Setelah beberapa saat Arya merasakan hawa kehadiran makhluk itu mulai memudar dan menghilang kemudian Arsa kembali
Melihat Arsa berbalik Arya langsung bertanya pada Arsa “Apa yang sosok itu katakan” tanya
Arsa kemudian menjawabnya “Sosok itu bilang sebaiknya kita cepat pergi dari desa ini, karena desa ini tidak aman untuk kita”
Mendengar hal itu Arya kembali ke kamarnya dan memikirkan tentang hal tersebut
Keesokan paginya pak kades mengajak Arya dan teman temannya berkeliling desa
Pak kades menunjukkan persawahan yang ada di desa itu, kemudian pergi ke kebun teh dan terakhir ke kebun pala
Saat Arya dan teman temannya berjalan kembali ke kontrakan untuk istirahat mereka melewati sebuah bangunan yang terlihat sangat tua dan sudah tidak terurus
Seketika Arya dapat merasakan aura mistis dalam rumah itu. Saat Arya memastikan aura tersebut, ia melihat ke belakang dan mendapati Arsa seperti sedang berbicara dengan seseorang
Melihat hal tersebut, Arya menghampiri Arsa. Arya merasakan hawa kehadiran lili di sekitar Arsa kemudian bertanya “Sa apa Lili ada di situ” tanya Arya
Arsa berbalik dan menjawab “iya Ya Lili ada disini” ucap Arsa, Arya kembali bertanya “apa yang kalian bicarakan” tanya Arya
Arsa menjawab pertanyaan Arya “Tidak banyak, aku hanya menanyakan keadaan Lili itu saja” jawab arsa
Saat ingin berbalik tangan Arya di tahan oleh Arsa, kemudian Arya bertanya mengapa Arsa menahannya “Sa ada apa? mengapa kamu menahanku” tanya Arya
Arsa kemudian menjawab “Ya Lili mengajak kita untuk kerumahnya” ucap Arsa. Arya kemudian bertanya “dimana rumah Lili?”
Arsa menjawab “Lili bilang rumahnya disitu” ucap Arsa sambil menunjuk bangunan tua yang membuat Arya penasaran
Arya kemudian berjalan ke rumah tersebut, saat hendak ingin membuka gerbang rumah tersebut seorang warga menghentikannya “Apa yang kamu lakukan” ucap warga tersebut saat melihat
Arya kemudian menjawab pertanyaan warga tersebut “saya hendak masuk ke area bangunan ini” ucap arya. Kemudian warga itu bertanya sekali lagi “untuk apa kamu memasuki area bangunan itu” tanya warga tersebut
Arya kemudian menjawab “saya hanya ingin melihat lihat bangunan ini, apakah ada masalah di bangunan ini?” tanya Arya
Warga tersebut kemudian menjawab “Sebaiknya jangan memasuki bangunan ini kalau kalian masuk tanpa ijin pak kades, pak kades akan marah” jelas warga tersebut
Arya sempat berfikir sejenak dan berkata “Jadi jika aku minta ijin pak kades kami bisa masuk?” tanya Arya
Warga itu menjawab “Walaupun kalian minta ijin pun pasti pak kades tidak memperbolehkan kalian untuk memasuki kawasan ini” Ucap warga tersebut
Arya bertanya lagi “Mengapa demikian?”. Warga tersebut menjawab “Saya juga tidak tahu, sejak dulu pak kades melarang seorangpun untuk memasuki area ini. Sebaiknya kalian semua pulang dan beristirahat kalian pasti lelah berkeliling” ucap warga tersebut
Arya dan teman temannya berpamitan pada warga tersebut dan kembali kekontrakan untuk istirahat
pada malam harinya tepatnya jam 12 malam tiba tiba Arya terbangun dari tidurnya dan merasakan sekujur tubuhnya sangat dingin seolah di selimuti es
to be continue……..
Penulis: Muh.Irwan
Kelas:X
Sekolah: SMA Haji Agus Salim
Kolaka utara
