Oleh: Muh.Irwan

Arya merasa kedinginan sampai-sampai ia menggigil. Reyhan yang ada di sampingnya terbangun dan melihat Arya sedang menggigil kemudian bertanya

“Ya, kamu kenapa? kok sampai menggigil gitu” Tanya Reyhan

“gak tau nih Han, tiba tiba aja aku kedinginan” ucap Arya yang masih menggigil

Arya merasa bahwa dingin yang ia rasakan bukan hal yang biasa. Kemudian Arya teringat sesuatu yang ada di tasnya, Arya meminta Reyhan mengambilkan tasnya

“Han, bisa tolong ambilkan tasku ” Ucap Arya

Reyhan lalu mengambilkan tas Arya dan memberikannya kepada Arya. Arya membuka tasnya dan mengambil sebuah kotak denga bentuk aneh, Reyhan yang penasaran kemudian bertanya pada Arya

“Ya, kotak apaan tuh” tanya Reyhan, Arya membuka kotak itu dan memperlihatkan isinya pada Reyhan, “Ya, kalung apaan nih bentuknya kok aneh” tanya Reyhan

“ini kalung dari kakekku, kalung ini berfungsi melindungi orang yang mempunyai kemampuan khusus seperti aku dan Arsa” ucap Arya. Kemudian Arya memakai kalung tersebut.

Benar saja seperti yang Arya fikirkan ternyata dingin yang ia rasakan bukan hal yang wajar, kemudian Dari arah kamar Arsa dan Maya ia mendengar teriakan Arsa.

Karena suara teriakan itu, rendra yang tertidur pulas langsung terbangun. Tak tunggu lama, Arya langsung berlari ke kamar Arsa sambil membawa kalung tetsebut diikuti oleh Reyhan dan Rendra.

Saat membuka pintu kamar Arya kembali di selimuti dengan hawa dingin tetapi Arya hampir terjatuh tapi dengan sigap Reyhan dan Rendra langsung menahannya

Kalung yang Arya gunakan kemudian bersinar dan sinar dari kalung tersebut menyelimuti tubuhnya, cahaya itu menghilangkan dingin yang di rasakan Arya. Namun cahaya itu tidak dapat di lihat oleh Reyhan dan Rendra

Arya melihat Arsa yang ketakutan dan Maya yang coba menenangkannya lalu ia berlari menghampiri mereka

“Sa, kamu gak papa kan?”tanya Arya sembari menenangkan Arsa. Arsa memagang tangan Arya dan berkata “Ya, aku takut Ya” ucap Arsa sambil menggenggam erat tangan Arya karena Ketakutan

“Sa, jangan takut aku ada disini aku tidak akan membiarkan seorang pun melukaimu” Ucap Arya

“Sa, beritahu padaku apa yang kamu lihat” tanya Arya. “Ya, mereka ada banyak Ya aku takut” ucap Arya

“Sa, Apa kamu tahu mengapa mereka datang” tanya Arya. “Gak tau Ya, mereka hanya selalu menyebutkan balas dendam aku takut Ya” Ucap Arsa ketakutan

Arya kemudian mengeluarkan liontin yang ia pakai kemudian mengarahkan liontin tersebut ke arah lampu dan berkata “Sa, jangan takut ya aku ada disini”ucap arya menenangkan Arsa

Arya mengerahkan liontin tersebut kearah lampu tidak lama kemudian, Liontin itu mulai bercahaya dan cahaya tersebut mulai mengelilingi ruangan

Cahaya pada Liontin yang Arya gunanakan dapat menetralkan aura negatif namun hanya bersifat sementara

Karena terkena cahaya dari liontin itu, para makhluk halus yang ada di ruangan tersebut mulai menghilang satu persatu

“Sa, udah gak papa sekarang mereka udah pergi” ucap Arya. “Ya, kita pulang sekarang ya, aku takut” ucap Arsa

“Sa, jangan takut aku ada disini, tidak akan kubiarkan makhluk itu  melukaimu tenang ya” ucap Arya menenangkan Arsa

“Rey, Ren,  kalian balik ke kamar aja aku mau jaga Arsa disini karena efek liontin ku hanya sementara aku gak bisa ninggalin ruangan ini” ucap Arya

“Ya, kita juga bakal tetap disini, gak mungkin kami berdua balik kekamar tanpamu” ucap Rendra

“iya Ya, betul kata Ren, masa kami balik kamu enggak, kita kan sahabat Ya, susah senang harus bersama” kata Reyhan

“makasih ya Rey, Ren kalian emang sahabat yang terbaik” ucap Arya

“biasa aja kali Ya” ucap Reyhan

mereka berlima tidur di ruangan yang sama Arsa dan Maya tidur diatas kasur, sementara Arya, Reyhan, dan Rendra membentangkan karpet di lantai untuk tidur

Keesokan harinya Arya mencoba menghubungi pihak kampus untuk melaporkan kegiatannya. Namun saat ingin menghubungi pihak kampus jaringan hp Arya tiba-tiba menghilang

Arya kemudian berkeliling untuk mencari sinyal untuk menghubungi kampusnya. Setelah beberapa lama mencari jaringan, jaringan hp Arya kembali tepat di depan bangunan tua yang pak kades larang seorangpun masuk

Arya mengamati bangunan tersebut, tiba-tiba pak kades keluar dari dalam rumah tersebut dengan membawa piring kosong.

Arya langsung sembunyi di balik dinding yang tidak jauh dari tempatnya. Pak kades tidak menyadari bahwa Arya melihatnya.

Arya melihat pak kades berjalan pergi meninggalkan bangunan tersebut, melihat hal itu Arya berfikir bahwa pak kades menyembunyikan sesuatu di bangunan itu

Arya kemudian berjalan kearah rumah itu, Arya mulai membuka pintu gerbang itu dan saat ingin melangkahkan kaki ke area rumah itu, Arya langsung terpental seakan ada sebuah kekuatan yang mendorongnya menjauh

Tiba tiba ada suara yang muncul di pikiran Arya dan berkata “Percuma! kamu tidak akan bisa menghancurkan pelindung itu, bahkan dengan kemampuanmu yang sekarang” Arya mendengar suara itu dan mencari asal suara itu

“Siapa kah itu? tunjukkan wujudmu!” ucap Arya, kemudian suara itu muncul lagi “Mustahil! aku berkomunikasi padamu lewat telepati dan telepati ini hanya sebentar, sebelum malam bulan purnama kamu harus menyiapkan segalanya” mendengar itu Arya bingung

“Hei! maksud kamu apa?” tanya Arya, tapi tidak ada balasan. Arya kemudian pergi dari rumah itu dan pulang kekontrakan sesampainya di kontrakan dia teris memikirkan perkataan tadi
‘sebelum bulan purnama kamu harus mempersiapkan segalanya’ kata itu terulang-ulang di pikiran Arya

Pintu kamar terbuka, Reyhan dan Rendra masuk dan melihat Arya duduk berasandar di atas tempat tidur sepirti sedang memikirkan sesuatu kemudian mereka bertanya “Ya, lagi mikirin apa? kayaknya serius banget!” Tanya Rendra

“iya Ya, kalau ada masalah jangan di tanggung sendiri” Tambah Reyhan, “Enggak papa kok Rey, Ren, hanya kepikiran tentang desa ini, sepertinya di desa ini ada yang gak beres deh” ucap Arya

“iya nih Ya, aku juga ngerasa gitu desa ini gak beres kayak ada hantunya” Ucap Reyhan

“oh iya Ren kira-kira bulan purnama kapan terjadi” tanya Arya, “Kira-kira sekitar 2 sampai 3 hari lagi deh, emang kenapa Ya?” kata Rendra

“Enggak papa kok” Ucap arya

to be continued…….

Penulis: Muh.Irwan

Kelas: X

Sekolah: SMA Haji Agus Salim

Kolaka utara

(Visited 72 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *