By Besse Zaskia Utami
Ika adalah seorang anak perempuan dari keluarga sederhana. Saat itu Ika belum memiliki seorang adik. Keluarganya baru saja pindah ke desa dan masih tinggal menumpang di rumah Bibinya.
Ika sempat menyelesaikan pendidikannya di PAUD yang pindahan dari kampung asalnya. Di desa ini Ika mulai beradaptasi dengan lingkungan barunya.Ika pun masuk Sekolah Dasar, tetapi itu tidak lama karena ia harus ikut pindah lagi bersama neneknya ke kampung lain,sehingga Ika harus meninggalkan lagi teman barunya. Namun karena Ika anaknya supel dalam bergaul, tidak lama kemudian langsung dapat banyak lagi teman baru.
Ika tinggal bersama neneknya selama 2 tahun yang pada akhirnya ia dipanggil kembali oleh kedua orang tuanya karena mereka sudah memiliki rumah sendiri. Ika kembali masuk ke sekolahnya yg lama, dan bertemu sahabat lamanya lagi.
“Ika!” Seru Amel
” Hai Amel” Jawab Ika.
“Kamu apa kabar?” Tanya Amel kepada Ika
“Aku baik, kamu sendiri apa kabar” Kata Ika
“Kabarku baik-baik saja” , Amel menjawab dengan wajah yang sangat bahagia.
Sesudah mereka mengobrol, lonceng sudah berbunyi, dan mereka pun masuk ke kelas.
Kini tiba waktunya sekolah mereka mengadakan ujian kenaikan kelas. Dan setelah diumumkan hasil ujiannya, ternyata yang mendapat nilai ujian tertinggi di kelas 3 adalah Amel sahabatnya. “Baik, anak anak!! ibu akan mengumumkan siapa yang mendapatkan nilai tertinggi di kelas ini. Dan yang mendapatkan peringkat satu di kelas adalah, Amelia!” kata ibu guru. Satu kelas pun bertepuk tangan untuk Amel.
Beberapa saat kemudian, jam istirahat tiba. Ika memberi ucapan selamat untuk Amel yang telah mendapatkan nilai terbaik di kelasnya,
“Wowww, selamat yaa Mel” Kata Ika
“Makasih Ika” Jawab Amel
Sejak saat itu Ika belajar dengan giat dan sungguh- sungguh untuk bisa seperti sahabatnya yang selalu mendapatkan peringkat pertama dari kelas 1 hingga mereka duduk di kelas 4. Ika yakin usaha yang dia lakukan itu tidak akan mengkhianati hasilnya nanti.
Dan akhirnya, di kelas 4 Ika mendapatkan peringkat 4 di semester 1, dan peringkat 3 di semester 2. Seiring berjalannya waktu, Ika bisa meraih peringkat ke-2 hingga ke peringkat 1
Dan prestasinya itu bisa ia pertahankan hingga kelas 6.
Ika yakin bahwa semua itu berkat kerja keras dan dukungan dari sahabat baiknya yaitu Amel.
“Kamu hebat ya… bisa lulus dengan nilai yang bagus”kata Amel”. Makasih ya ..Mel,” Jawab Ika.
Semua prestasi yang Ika raih sekarang juga tak luput dari dukungan dan doa kedua orang tuanya yang selalu juga mengontrol dan mengawasinya. Sejak PAUD Ika sudah diberikan smartphone atau tab oleh ibunya untuk bermain game offline, namun di jam-jam tertentu saja Ika dapat memainkannya.
Saat duduk di kelas 4, Ika sudah tidak diizinkan lagi menggunakan android karena Ika sudah mulai tumbuh besar. Ayah dan ibunya sangat perhatian dengan semua kegiatan Ika. Mereka tidak pernah menuntut Ika untuk menjadi juara kelas. Yang penting Ika dapat mengatur waktunya dengan sebaik-baiknya.
“Bener ya, kata orang yang dulunya tidak bisa sekarang menjadi bisa, karena adanya kerja keras….. Karena aku sendiri sudah mengalami itu semua” Kata Ika
“Ya,..kamu benar“kata Amel.
“Aku akan berusaha mempertahankan prestasi ini di SMP nanti! ” Kata Ika dengan penuh semangat.
” Sip. Aku juga akan selalu dukung kamu kok” kata Amel sambil tersenyum melihat ke arah Ika
” Karena kita, best friend forever!” Teriak Amel dan Ika bersamaan.
Dan ayah mereka kini sudah datang untuk menjemput mereka pulang.
