Oleh: Andi Raka

Indonesia dikenal sebagai negeri yang kaya akan budaya. Di setiap daerah terdapat adat istiadat, bahasa, pakaian tradisional, hingga nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun. Namun di era modern saat ini, budaya lokal menghadapi tantangan besar akibat globalisasi dan perkembangan teknologi. Di sinilah peran pemuda pemudi menjadi sangat penting sebagai generasi penerus sekaligus penjaga warisan leluhur.

Salah satu contoh budaya yang patut dijaga adalah budaya Suku Kajang yang dipimpin oleh Ammatoa di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Masyarakat Kajang dikenal dengan kehidupan yang sederhana, berpakaian serba hitam, serta memegang teguh nilai “Pasang ri Kajang” sebagai pedoman hidup. Mereka menjaga kelestarian hutan adat sebagai bentuk ketaatan terhadap aturan leluhur dan menjaga keseimbangan alam.

Rekor dan Pengakuan

Masyarakat adat Kajang dikenal luas sebagai komunitas yang berhasil menjaga kelestarian hutan adatnya secara konsisten selama ratusan tahun. Berkat komitmen kuat terhadap aturan adat, kawasan hutan mereka tetap terjaga dari eksploitasi besar-besaran. Pengakuan ini menjadi bukti bahwa nilai tradisional yang dijalankan dengan disiplin mampu memberikan dampak besar bagi lingkungan dan keberlanjutan kehidupan.

Peran Strategis Pemuda Pemudi

Pemuda pemudi memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah dengan cara mengenal, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai adat dalam kehidupan sehari-hari. Di era digital, generasi muda juga dapat memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi untuk memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat luas. Dengan semangat, kreativitas, dan kepedulian, pemuda mampu menjadi jembatan antara tradisi dan modernisasi tanpa kehilangan identitas budaya.

Komitmen Pemuda untuk Budaya

Sebagai generasi penerus, kita memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan berkembang. Budaya bukan sekadar simbol masa lalu, tetapi pedoman hidup yang membentuk karakter dan jati diri suatu daerah.

Saya, Andi Raka, sebagai pemuda yang mencintai budaya, berkomitmen untuk turut melestarikan kebudayaan adat Ammatoa Kajang. Bagi saya, budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan identitas dan kehormatan yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Melalui karya, kontribusi nyata, serta semangat generasi muda, saya ingin menjadi bagian dari perjuangan menjaga nilai-nilai luhur adat Ammatoa Kajang agar tetap hidup dan dihormati di tengah perkembangan zaman.

Karena sejatinya, pemuda hari ini adalah penjaga budaya untuk masa depan bangsa.

Bulukumba, 26 Februari 2026

(Visited 52 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Andi Raka

Namaku Andi Raka. Lahir di Bulukumba, 30 Oktober 2009.Aku dikenal sebagai pelajar yang aktif berprestasi di bidang seni dan kepemudaan. Selain berkarya dalam dunia puisi dan literasi, Aku juga aktif dalam organisasi. Menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Divisi Public Relation Kata Pelajar Indonesia Batch 4, serta pernah dipercaya sebagai Wakil Ketua OSIM MTs Guppi Mattirowalie pada tahun 2023. Bagi Aku, organisasi bukan sekadar jabatan, tetapi ruang belajar tentang tanggung jawab, komunikasi, dan kepemimpinan. Di bidang sastra, perjalananku dipenuhi pencapaian. Meraih Juara II Lomba Baca Puisi di Kampus Al-Gazali Bulukumba (2022), Juara I Cipta dan Baca Puisi MTsN 6 Bulukumba (2024), Juara I Lomba Puisi Pramuka SMK Negeri 2 Bulukumba (2025), Juara I Puisi SMK Techno Terapan Makassar (2025), serta Juara I Lomba Puisi Halo Penyair Batch 8. Tidak hanya di bidang sastra, ia juga meraih Juara Umum dan Medali Emas pada Kompetisi Olimpiade Sains Indonesia jenjang SMA/SMK/Sederajat bidang Pengetahuan Umum tahun 2025.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *