Oleh: Jusmawati*
Detak-detik berputar tiada henti,
Merangkai kisah, menghiasi hari.
Mengalir lembut laksana arus sungai,
Menjadi saksi bisu jejak-jejak kehidupan yang terukir rapi.
Ia adalah secercah harapan yang takkan kembali,
Kesempatan yang tak pernah bisa dibeli.
Sering membuat kita terlelap dalam buana mimpi,
Lengah menyadari waktu yang terus pergi.
Ia bernama waktu
Waktu yang terus memburu,
Memburu kita yang menari
Di atas panggung fana bernama bumi.
Setiap detik yang berlalu takkan pernah terulang,
Setiap kenangan yang lewat takkan bisa pulang.
Tangis dan sedih hanyalah penyesalan di belakang,
Ketika kita sadar segala kesia-siaan ternyata berarti.
*Penulis adalah Siswi SMKN 3 Kolaka utara
(Visited 13 times, 1 visits today)
