Oleh: Nasyah Alicia Nalendra

Di ujung senja yang kelabu, kau pergi meninggalkan jejak,
Langit merintih dalam warna pudar, seperti hatiku yang kehilangan arah.

Kita pernah berbagi tawa di bawah cahaya hingga yang hangat,
Namun kini hanya sunyi yang tersisa, setiap detik terasa seperti beban berat.

Kau adalah mimpi yang tak terjangkau, sebuah harapan yang kini sirna, di antara bayangan kenangan kita, cinta ini terjebak dalam luka.

Angin berbisik lembut di telinga, membawa namamu dalam kesunyian, setiap hembusan mengingat ku berapa dalamnya rasa ini terpendam.

Senja pun menangis bersamaku,
Menjadi saksi perpisahan kita yang pahit,
Saat matahari mulai tenggelam tanpa bayanganmu,
Hatiku merindu dalam gelap yang menyakitkan.

Kini aku berdiri sendiri,
Di tempat kita dulu berbagi cerita,
Cinta ini terukir dalam ingatan,
Namun kau pergi, meninggalkan Luka.

(Visited 13 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *