Oleh: Reisya Alfi
Di atas air tenang itu,
kau lihat bayangmu sendiri,
terpantul dengan wajah yang kau tak kenali,
seperti mimpi yang selalu berubah bentuk.
Riak kecil memecah gambaran itu,
menghapus apa yang tersisa dari dirimu,
seperti kenangan yang ditelan ombak,
tak pernah kembali dengan utuh.
Kau duduk di tepi sungai,
menunggu arus membawa jawab,
namun yang datang hanyalah keheningan,
dan angin yang berlalu tanpa kesan.
Mungkin bayangmu hilang,
tak lagi mengenal dirinya sendiri,
tapi di dalam dirimu,
masih ada arus yang mengalir tanpa henti,
menanti tempat untuk bermuara.
