Oleh: Andi Annisa*

Bagaikan badut yang bermain
di atas panggung hatimu
Tak pernah kenal rasa lelah
Menghibur sepi duniamu

Mengapa kau berbuat itu
padaku?
Mengapa kau begitu tega
kepadaku?
Sebenarnya, kau menganggapku
apa?

Di saat dia memberikan luka
padamu, aku yang menyembuhkanmu
Tapi mengapa?
Mengapa bayangnya selalu ada
di pikiranmu?

Hatiku kau buat seperti mainan
Ketika kau sedih, mainan itu akan
menghiburmu
Ketika kau senang, kau acuhkan
mainan itu.

Meskipun kini aku telah mengerti,
Tetap saja aku tak akan pernah
punya arti untukmu
Akan kujalani semuanya
Meski hatiku hancur berkeping-keping.

*Penulis adalah Siswi SMPN 1 Watansoppeng

(Visited 47 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *