Oleh: Reisya Alfi

Rumah….
Adalah tempat menyakitkan yang pernah kutempati.
Setiap luka, setiap duka selalu berasal dari rumah.
Apa, suatu hari nanti aku akan menemukan rumah yang lebih baik dari ini?

*

Rasyi Alfia Putri atau kerap disapa Aci menatap langit dengan tatapan sedih. Sendirian, di kesunyian. Tiada siapa pun kecuali dirinya dan kegelisahan hatinya. Di sanalah tempat yang selalu ia kunjungi, tempat yang rindang di bawah sebuah pohon mahoni. Di sana ia meluapkan semua kegundahan dalam hatinya.

Rasanya ia tak ingin pulang. Ia tau saat ini mungkin saja suasana rumah sedang tidak baik-baik saja. “Lebih baik disini saja,” bisiknya.

Aci, gadis berusia 15 tahun saat ini baru saja memasuki sekolah menengah atas. Berparas cantik dan ramah. Bertubuh sedang dan rambutnya sebahu terurai indah, dan ia paling pendek di kelasnya. Ia menyukai hewan yang banyak disukai orang.Yaps! kucing. Dia memelihara kucing di rumahnya dan ia beri nama Ciko.

Ia mempunyai kakak dan adik yang yang juga perempuan. Aci seorang introvert yang hanya mempunyai 2 orang sahabat yaitu Junita Azahra dan Rahmi Safitri. Zahra si pemalas dan Rahmi si paling pintar dan berbakat di antara mereka. Ia hanya punya sedikit teman.Tak banyak yang tau tentang kehidupannya dan masalah apa yang dialaminya

Namun ia tak menuntut hal itu. Satu-satunya keinginan Aci adalah memiliki keluarga utuh dan harmonis. Apakah hal itu mustahil?

(Visited 33 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *