Oleh: Adit Anugrah Pratama*
Dulu, aku pernah berada di titik terendah dalam hidupku. Rasanya semua hal yang kulakukan tidak ada artinya. Aku merasa gagal, tidak berguna, dan terjebak dalam lingkaran pikiran buruk yang tak kunjung berhenti. Hari-hari kujalani dengan lesu, tanpa semangat, seakan seluruh cahaya dalam diriku padam begitu saja.
Namun, waktu membawaku untuk perlahan menyadari sesuatu: aku tidak bisa terus terpuruk. Aku punya mimpi, aku punya tujuan, dan aku berhak bahagia. Dari situlah aku mulai belajar berdamai dengan diriku sendiri. Aku berhenti membandingkan diriku dengan orang lain, lalu pelan-pelan membangun kembali keyakinan bahwa aku bisa.
Perjalanan itu tidak mudah. Ada air mata, ada rasa ingin menyerah lagi, bahkan ada saat di mana aku kembali jatuh. Tapi kali ini aku berbeda. Aku memilih untuk bangkit setiap kali terjatuh. Sedikit demi sedikit, aku menemukan kembali semangat yang dulu sempat hilang.
Kini, aku berdiri dengan kepala tegak. Aku tahu jalan di depan masih panjang dan penuh tantangan. Tapi bedanya, sekarang aku sudah siap. Aku bukan lagi diriku yang dulu rapuh dan mudah hancur. Aku telah belajar bahwa kekuatan sejati tidak datang dari luar, melainkan dari keyakinan dalam hati.
Aku pernah jatuh, tapi aku tidak menyerah. Dan hari ini, aku adalah bukti bahwa siapa pun bisa bangkit dari keterpurukan, selama ada tekad untuk terus melangkah.
Watansoppeng, 3 September 2025
*Penulis adalah Siswa SMAN 1 Soppeng
