Oleh: Zahra Mutia Syafirah*
Senja mengajarkan kita apa pun yang telah berlalu pasti akan memiliki akhir yang indah.
Senja adalah bagian waktu setengah gelap di bumi sesudah matahari terbenam dan tenggelam. Aku suka menantikan senja. Senja adalah momen yang menemaniku untuk bersajak dengan menguntai kata-kata indah. Sinarnya yang baswara membuatku selalu menantikannya.
Senja memang selalu seperti itu. Datang dengan keindahannya dan lalu akan pergi begitu saja dengan sangat cepat, bagaikan istilah “People Come and Go” . Suasana indah senja akan cepat tergantikan dengan kehampaan malam yang sunyi serta gulita.
Bukan senja namanya jika tak sendu, bukan senja namanya jika tak sunyi, dan bukan senja namanya jika tak mencipta rindu. Rindu terhadap orang yang telah aksa sehingga memandang bumantara adalah caraku mengobatinya.
Ah, terkadang lembayung akan senja membuatku masih ingin memandangnya. Memandanginya sambil menikmati desiran angin adalah favoritku.
Sekalipun hanya sejenak, namun senja pergi meninggalkan rasa hidup ini amat teramat singkat. Titipkanlah asa.
*Penulis adalah Siswi SMPN 1 Watansoppeng, Kelas 7.1
