Oleh: Usnul Savitri*

Aku mengenal Kak Naufa Azizah pada awal masuk sekolah. Saat itu Aku belum mempunyai teman dan selalu menyendiri. Ia mengajak aku ke kantin dan berkeliling sekolah.

Tiba hari ketiga MPLS, di mana ia sangat sibuk namun masih terus mencari waktu agar bisa menemaniku. Setiap hari Sabtu kami mempunyai kegiatan yang sama sehingga setiap selesai acara kami menghabiskan waktu bersama, bertukar cerita dan saling menanyakan kabar masing-masing. Aku menganggapnya sebagai kakak sendiri karena ia selalu ada setiap aku kesusahan maupun saat bahagia.

Aku tidak menyesal dan kecewa karena berteman dengannya.Tetapi ia pernah kecewa denganku karena waktu itu aku tidak menuruti nasihatnya tapi ia mau memaafkan aku. Namun aku tidak tahu menahu kenapa ia langsung menjauhi aku sebelum hari ulang tahunku, dan ternyata itu cuma untuk memberikan aku kejutan saat aku ulang tahun.

Enam bulan lalu aku mengenal Kak Naufa, dan sekarang kami semakin dekat. Aku tidak takut lagi bergaul dengan kakak kelas yang lainnya. Sahabatku semuanya, dari sini kita belajar bahwa tidak semua kakak kelas jahat dan berniat buruk terhadap kita. Bisa jadi kakak kelas itu bisa menjadi rumah cerita untuk kita.

*Penulis adalah Siswi SMPN 1 Watansoppeng, Kelas 7.2

(Visited 169 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *