Oleh: Reski Permatasari*
Mendengar kata ‘sahabat’ saja sudah membuatku tersenyum sendiri. Teringat oleh tingkah dan segala hal bagaimana ketika aku bersama dengan mereka. Sahabat, mereka adalah salah satu sumber inspirasiku dalam menjalani setiap langkahku. Rasanya tak akan pernah kehabisan kata jika membahas mengenai sahabat. Bagiku mereka adalah keluarga kedua yang mau berbagi segalanya. Susah, senang, sedih, bahagia, suka, duka hingga semuanya bercampur menjadi satu.
Sahabat tempat kegilaan dan kebahagiaan bertemu Apa pun masalah yang sedang kita hadapi, bagaimanapun bentuk ekspresi kita saat menghadapi kepahitan hidup, hingga rasanya sudah lelah, ingin lari dari kenyataan dan angkat tangan untuk semuanya. Tapi ketika sudah kumpul bersama sahabat, semua rasa penat, lelah, dan pasrah pun hilang begitu saja. Seakan dunia kembali bersinar dengan cahaya seperti senja yang membawa kedamaian.
Sahabat itu ruang kita dalam bebas berekspresi saat kita merasa sudah sangat nyaman bersama sahabat, begitu juga dengan apa yang dirasakan oleh sahabat kita. Tentunya tak ada lagi jaim-jaiman atau pun malu-malu dengan sahabat, malah kita bisa lebih bebas dalam mengekspresikan diri dengan mereka. Karena mereka pun sudah tahu bagaimana tingkah dan kelakuan kita.
Sederhana tapi selalu berkesan. Mungkin itulah gambaran sederhananya dari sebuah persahabatan. Sahabat itu teman paling asyik untuk kita mencoba ha-hal baru. Apa sih yang kita lakukan jika sudah bersama sahabat, tentunya ada banyak saja yang bisa kita lakukan saat bersama.
Pada intinya, sahabat itu memang tidak selalu ada di samping kita, tapi ia selalu paham dan tahu tentang bagaimana kita menghadapi semuanya. Sahabat juga bukan orang yang selalu membela setiap tingkah kita, tapi dia juga yang mau membawa kita, mengantar, dan menemani kita ke arah yang lebih baik lagi. Sahabat juga tidak selalu bisa kumpul bersama setiap waktu, tapi mereka tahu cara bagaimana membuat kita selalu tertawa dan bahagia. Teruntuk kalian sahabatku, terima kasih atas segala kisah yang pernah terukir. Semoga kelak kita tak hanya menjadi sahabat di dunia, tapi juga saudara di akhirat.
*Penulis adalah Siswi SMPN 1 Watansoppeng,kelas 7.1
