Oleh: Aisyah Nur Adhayani*

Narelle? Ya,warga laut mana yang tak mengenalnya? Dialah Putri dari Raja Atlas dan Ratu Luna. Narelle merupakan mermaid yang paling dikagumi karena ekor yang ia miliki tak ada samanya dengan mermaid lain. Suara merdu Narelle juga menjadi ciri khasnya. Rendah hati juga dikenal sebagai sifat dari Narelle. Ada dua sahabat baik Narelle, yaitu Moana dan Mora, lumba-lumba yang senantiasa menemani Narelle.
Narelle hidup bahagia di lautan dengan makhluk lainnya. Kehidupan laut yang indah itu kemudian tak berlangsung lama setelah kepergian orang penting di laut itu. Ada hal mengejutkan yang membuat warga laut murka dengan Raja Atlas.

Setelah beberapa bulan meninggalnya Ratu Luna, Raja Atlas menikah dengan Ratu Aruna dan melahirkan seorang anak bernama Seana. Seana berbeda dari mermaid biasanya. Ada yang aneh dari Seana, dia seperti campuran mermaid dan siren, ekor yang ia miliki berwarna hitam. Sejak Raja Atlas menikah dengan Ratu Aruna, Raja menjadi sakit-sakitan dan Narelle menjadi seperti pembantu oleh Ratu Aruna. Narelle seringkali disiksa oleh ibu tirinya itu. Selain rupa Seana yang aneh, ada juga yang aneh dari sifat Ratu Aruna, dia seperti bukan mermaid. Mermaid tak mungkin melakukan tindakan kekerasan seperti itu, apalagi pada anaknya sendiri.

Satu tahun setelah pernikahan Raja, di hari itu, saat Narelle bermain dengan Moana dan Mora, ia tak sengaja melihat di kamar Ratu Aruna, ia sangat terkejut. Ratu Aruna berubah menjadi siren, sosok yang sangat berbeda. Kemudian saat mengetahui bahwa Narelle melihatnya, Ratu Aruna mengucapkan sebuah kata yang merubahnya kembali menjadi seperti mermaid. Ia pun membuat rencana jahat untuk mengubah Narelle menjadi manusia dengan kekuatan saktinya.

Melihat kejadian itu, Narelle menceritakan kepada Raja Atlas. Tetapi, bukannya memercayai Narelle, Raja Atlas malah murka pada Narelle dan mengusirnya dari kerajaan. Setelah kejadian itu, betapa sedihnya Narelle saat itu. Bagaimana bisa Ayahnya lebih memercayai seorang siren dibandingkan dirinya? “Huh, andai saja aku bisa meminta untuk ibuku tetap ada disini,” keluhnya di malam itu kepada dua sahabatnya, Moana dan Mora. Ia menangis di malam itu, dan ditenangkan oleh dua sahabatnya.

Tak berlangsung lama, saat kejadian itu tiba-tiba ada cahaya hitam berkilauan yang menarik Narelle masuk ke dalam cahaya itu. Apa mungkin ini rencana jahat yang ibu tiri Narelle berikan? Narelle berteriak saat memasuki itu. Tiba-tiba ia terbangun dari tidurnya. Melihat matahari terbit di jendela dan seseorang berdiri di sebelahnya. “Ma, ada apa? Apa yang terjadi?” Terdengar suara Aretha, anak Narelle. Narelle kemudian terbangun dari tempat tidurnya dan memeluk anaknya. “Tidak, mama hanya mimpi” kata Narelle menenangkan anaknya.

“Ternyata begitu, kukira mama sedang tak enak badan. Ya sudah,ayo makan ma. Aku sudah membuat nasi goreng yang tak kalah enak dari masakan mama loh” katanya. Mereka berdua pun makan bersama.
Narelle dan pasangan hidupnya sudah dikaruniai 2 anak. Ternyata, kutukan ibu tirinya di masa lalu tak seburuk itu. Ia kini hidup bahagia bersama keluarga kecilnya di rumah. Tapi ia juga selalu teringat dengan lautan dan orang yang ia sayangi di sana.

*Penulis adalah Siswi SMPN 1 Watansoppeng, Kelas 8.3

(Visited 29 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *