Oleh: Sinar

Menceritakan tentang kisah perempuan yang ingin dimengerti dan butuh ketenangan di dalam hari harinya.

Indah. Yahh… itulah namanya seorang gadis yang sabar dan baik hati, tetapi kehidupannya tidak seindah seperti namanya. Hari-harinya dipenuhi dengan tangisan, kesedihan dan berpura-pura bahagia di depan semuanya. Seperti itulah Indah melalui kehidupannya.

Indah memiliki seorang sahabat yang bernama Cahya. Cahyalah yang selalu menemaninya sampai sekarang yang mengetahui bagaimana kehidupan sehari-hari indah. Terkadang ia melihat Indah menangis, merenung, dan menahan sakit dengan senyumannya.
Cahya tidak tega melihat sahabatnya itu terus bersedih. Ia berusaha membuat sahabatnya merasa senang, bahagia, tertawa bersamanya meskipun ia tau bahwa setelah kembali ke rumah masing-masing,Indah akan kembali merasa sedih.

“Indah, yuk keluar. Jangan di rumah terus” ujar Cahya mengajak Indah.

“Tapi di luar sangatlah membosankan,” balasnya.

“Siapa bilang di luar itu membosankan. Di luar itu seru tau. Kita bisa ke pantai, ke taman, dan banyak tempat lainnya yang bisa kita kunjungi,” ucap Cahya meyakinkan Indah.

“Ya udah deh. Ayok berangkat,” ucap Indah pasrah.

“Nah, gitu dong. Sesekali keluar rumah” ujar Cahya merangkul lengan sahabatnya.

Cahya tau bahwa sahabatnya itu memendam banyak kesedihan, makanya ia mengajak sahabatnya keluar agar bisa melupakan kesedihannya meskipun hanya sesaat.

Indah banyak bercerita ke Cahya sampai-sampai ia tak menduga air matanya jatuh tanpa sepengetahuannya.

“Indah, sesakit itu yah yang kamu alami sekarang, “ucap Cahya dengan raut wajah yang ikut sedih.

Indah tidak menjawab sepatah kata pun, ia terus menangis di hadapan sahabatnya.

Indah memeluk sahabatnya dengan erat dan berkata, “Aku hanya butuh ketenangan. Aku ingin dimengerti tetapi tidak ada yang ngertiin gimana keadaan aku.”
Cahya membalas pelukan sahabatnya dengan erat lalu berkata,” Ayo menangis, keluarin semuanya Indah, tapi setelah ini jangan sakitin diri kamu sendiri. Aku bakalan jadi orang yang selalu ngertiin kamu Indah.”

Setelah mendengar ucapan sahabatnya, Indah menangis sejadi-jadinya karena hanya sahabatnya itulah yang bisa mengerti dia yang mampu membuatnya tenang.

(Visited 52 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *