Oleh: Rina Paradhita Azahra*
Aku adalah anak ke dua dari tiga bersaudara. Sebagai seorang anak yang baik, wajib mengikuti dan menuruti semua kemauan orang tua. Terkadang orang tua kita mendefinisikan sukses dan bahagia yang dipikirkan hanyalah soal derajat dan materi. Padahal lebih dari itu, kebahagiaan adalah bagaimana kita menikmati proses hidup menjadi lebih berarti. Itu hal penting yang mereka lupakan, membiarkan anak-anaknya berproses sendiri.
Jika dilihat dari segi pendidikan, di keluarga besarku itu sudah ada yang berkeluarga dan sukses. Dia yang dulunya bukan apa-apa hingga saat ini, Alhamdulillah sekarang sudah sukses dan menikmati buah dari perjuangannya dalam setiap proses kehidupan. Orang tuaku juga berpandangan bahwa sebagai seorang adik, aku harus melewati semua pencapaian kakak-kakakku, baik dari prestasi akademik, maupun non akademik. Semua anaknya harus sukses menorehkan namanya.
Untuk menjadi yang terbaik itulah, aku turuti semua keinginan orang tua. Aku masuk sekolah pilihan mereka yaitu SMP Negeri 1 Watansoppeng, meskipun aku tau di sekolah itu banyak siswa-siswa yang berprestasi dan berbakat. Tapi apa salahnya untuk mencoba. Semua anak itu berbeda dan unik, memiliki bakat dan kemampuan yang berbeda-beda pula. Aku harus percaya diri dan tidak menyerah. Aku harus menunjukkan kepada mereka bahwa aku juga mampu bersaing dan mandiri.
Kita sekolah untuk membanggakan kedua orang tua. Kita adalah harapan mereka sehingga tidak boleh menyia-nyiakan dan mengecewakan semuanya. Harapan yang besar itu ada di pundak kita. Maka dari itu, teruslah bermimpi dan bercita-cita setinggi langit. Janganlah muda menyerah dan tetaplah berusaha dengan sekuat tenaga. Kalaupun kita terjatuh, kita akan jatuh di antara gugusan bintang-bintang yang indah. Semua pasti menemukan jalan yang terbaik, meskipun banyak aral yang merintangi.
Aku hanya ingin membanggakan kedua orang tua. Harapan yang mereka tumpahkan kepadaku sangat besar. Aku ingin sukses seperti keluarga besarku sekarang. Aku ingin menggapai mimpi dan cita-citaku untuk menjadi seorang dokter yang dapat membantu orang-orang yang sakit dan membutuhkan bantuan. Cita-cita yang sangat mulia.
Semoga suatu saat nanti aku bisa membanggakan kedua orang tua dengan caraku sendiri. Maka dari itulah aku akan terus bermimpi dan mengejar cita-citaku.
*Penulis adalah siswi SMP Negeri 1 Watansoppeng, Kelas 8.7
