Oleh: Ashilah Zahra Puti Mewa*
Masa depan yang cerah dengan harapan, dengan membaca membuka jendela dan harapan dunia.
Setelah membaca ungkapan sansekerta tersebut di sinilah aku sedang duduk di bangku taman sembari termenung .
Ungkapan itu serasa menghipnotis isi pikiranku,yang awalnya aku berpikir bermalas-malasan pun aku akan tetap bisa sukses di masa depan nanti, kini semua pikiran konyol itu sirna.
Entah sejak kapan, tapi yang pastinya kini aku menanamkan pada diriku bahwa aku harus rajin belajar dan banyak membaca untuk menambah wawasan dan memperluas pikiran. Ini semua demi diri sendiri, demi cita cita dan kesuksesan di masa depan.
Aku sama dengan remaja pada umumnya yang memiliki cita-cita dan harapan yang tinggi. Kini aku akan memulai semuanya dengan mindset yang berbeda yaitu, apa yang kutanam maka itulah yang aku tuai.
Sembagi Arutala,seorang yang memiliki cita cita tinggi dan mulia seperti rembulan.Rembulan yang digambarkan seperti pelita di tengah gelapnya malam menunjukkan cita-cita yang baik untuk sesama.
Seperti cita-citaku yang baik dan berguna bagi orang- orang. Aku selalu bercita-cita ingin menjadi psikolog alasannya karena aku ingin di masa depan kelak ketika aku sudah menjadi psikolog, aku bisa membantu remaja-remaja yang mengalami gangguan mental.
Aku prihatin melihat di zaman sekarang banyak remaja bahkan anak kecil yang bunuh diri karena mentalnya yang sudah tidak baik-baik saja.
Bahkan di zaman sekarang lebih banyak remaja yang menderita gangguan mental yang biasanya disebabkan oleh orang terdekatnya seperti keluarga,teman,atau pasangannya.Bahkan, tak jarang kita mendengar bahwa banyak korban-korban bullying yang jelas-jelas hal itu salah dan merusak generasi.Salah satunya adalah temanku. Ia juga mengalami masalah dengan mentalnya hingga dia terkadang harus menyakiti dirinya sendiri dengan cara barcode dan lainnya.
Aku harap ke depannya hal semacam ini semakin berkurang demi masa depan dan generasi yang cerdas, sehat tubuh dan mentalnya.
*Penulis adalah siswi SMAN 1 Nan Sabaris, Padang.
