Oleh : Uqail Khafadi*
Jumat 13 Januari 2023 lalu, saya merasa jadi raja sehari dengan mahkota di kepala. Betapa tidak, saat itu oleh Pena Anak Indonesia (PAI) pusat saya diberi penghargaan tingkat nasional sebagai penulis berbakat paling muda di komunitas menulis anak Indonesia.
Lebih istimewanya lagi piagam penghargaan itu diantar dan diserahkan langsung di SDIT Alam Attin Lubuk Buaya oleh founder Bengkel Narasi dan Pena Anak Indonesia Bapak Ruslan Ismail Mage yang saya panggil Om RIM.
Saya sangat senang karena impianku menjadi penulis tercapai, terlebih teman-teman sekolah dan guru sangat mendukung. Hari itu saya seperti bermimpi bisa bertemu dan disalami Om RIM. Sejak bergabung di Pena Anak Indonesia empat bulan lalu, saya bersyukur bisa dibimbing secara virtual oleh Om Rim, sampai bisa berdiri di panggung impianku.
Teman-teman sekolah gegap gempita, karena Om RIM mengajarkan teman-teman saya bagaimana menulis yang benar. Saya berharap teman-teman bisa terinspirasi juga menjadi penulis, agar bisa bersama-sama keliling dunia dengan gagasan dan pikiran kita. Sebagaimana pesan Om RIM kepada saya bahwa, “Tiket paling murah yang bisa membawamu keliling dunia adalah karya-karya tulismu”.
Karena itu kepada teman-teman sekolah, mari menulis untuk terbang ke angkasa melintasi taman-taman ilmu. Tulisanmu akan membawamu terbang keliling dunia. Namamu akan mendunia dan akan abadi selamanya. Kita bisa mati tapi tidak dengan karya tulis kita.
Salah satu cara membanggakan diri atau orang tua adalah dengan cara berprestasi dan menginspirasi orang lain. Kita raih prestasi sebanyak-banyaknya, dan sebarkanlah kebaikan meski hanya setetes air. Tulislah hal bermanfaat yang bisa menginspirasi orang lain, jangan hanya diam memegang handphone.
Jika ada yang memberi pilihan, mau handphone atau buku? Orang cerdas akan memilih buku, karena dengan buku kita bisa belajar dan berkembang. Sementara handphone hanya merampas waktu belajar. Jadi sekarang, mari kita mengambil buku dan mulailah menulis setengah halaman. Semoga kita semua bisa terhindar dari budak handphone.
Suatu hobi yang ditekuni dengan baik akan menjadi kenyataan. Ketika kita menulis, secara tidak langsung otak kita akan bekerja dengan maksimal. Otak yang sering berpikir inilah yang akan mengaktifkan saraf baru yang mendukung kemampuan berpikir kita lebih cemerlang. Inilah yang membuatku mendapatkan piagam penghargaan nasional dari Pena Anak Indonesia.
*Siswa SDIT Alam Attin Lubuk Buaya Kota Padang
