Oleh: Ryan Hidayat

Organisasi pramuka kurasa tak seburuk apa yang diceritakan temanku. Katanya pramuka nggak asik, pramuka cuma bikin kulit hitam, tidak ada manfaatnya cuma habisin waktu saja. Padahal, pramuka tidak begitu buruk seperti anggapan mereka. Di pramuka aku selalu bertemu dengan teman-teman yang lain. Saat latihan pramuka kita dengan pembina pramuka seru-seruan karena games pramuka yang tidak ada habisnya. Bukan hanya seru-seruan saja tetapi banyak juga hal yang diajarkan utamanya masalah solidaritas dan kedisiplinan. Pembina pramuka kami Pak Juharman, selalu saja mengajarkan tentang kedisiplinan, etika, dan menjadi orang yang amanah. Satu hal yang menarik perhatian saya ketika dia berkata. “Seorang terpelajar tidak cukup jika hanya sekadar berpengetahuan, tapi juga harus memiliki etika dan kejujuran. Jangan kayak koruptor, cerdas tapi tidak amanah”.

Pada minggu berikutnya, Pak Juharman selaku pembina pramuka mengadakan perkemahan. Pada kegiatan itu kami banyak diberi pelajaran, mulai dari materi kepemimpinan, organisasi, dan juga materi keagamaan. Keseruan membuat waktu begitu tak terasa. Setelah selesai sholat Subuh, aku mendapati beliau dan murid lain sedang berbincang tentang Al-qur’an Surah Ali Imran Ayat 104. Saya pun langsung duduk di sampingnya sambil mendengarkan apa yang diceritakan kepada teman-teman lain. Perkataaan yang masih kuingat saat itu “J,ika kamu seorang pemimpin, maka kamu juga harus bisa memimpin dan dipimpin.” Aku merasa kata-kata tersebut sengaja diucapkan untuk menyinggung orang yang selalu mengandalkan jabatannya. Karena memang karakter guruku ini agak unik, tak suka menegur tapi sekali ada momen, langsung menyinggung.

Sepulang dari perkemahan tersebut, aku dan teman-teman yang lain membawa pulang ilmu dan kata-kata motivasi yang kurasa sangat bermakna. Dari perkemahan itulah aku diajak oleh Pak Juharman untuk mencoba menulis cerpen dan kurasa menulis cerpen itu tidaklah mudah, tapi ia selalu saja mengingatkan ,”Tidak ada orang gagal dalam belajar, tapi orang yang mencoba bisa saja menemukan cara yang tak berhasil.” Dari situlah aku mencoba sedikit demi sedikit untuk menulis, tapi aku juga selalu diingatkan oleh beliau agar bisa membagi waktu.

Pada sore itu aku dan teman-teman lain berkumpul di sekolah untuk pemilihan pratama yaitu ketua dari semua regu pramuka. Pemilihan berjalan lancar dan seru sampai tiba sudah waktunya pulang. Pak Juharman berpesan agar langsung ke rumah supaya tidak membuat khawatir orang tua. Kami semua langsung bergegas pulang ke rumah. Waktu menjelang Magrib, hp berbunyi tanda ada pesan masuk. Benar saja, ada pesan dari grup whatsapp.
“Kalian ada yang liat motor saya,” Kata Pak Juharman.
Sontak kami semua bertanya-tanya apakah motornya hilang. Yah benar saja, setelah mengecek cctv yang berada tidak jauh dari motor tersebut ternyata benar. Motor itu dicuri oleh seseorang. Paginya Pak Juharman begitu sibuk mencari motornya dan juga sudah melapor kepada pihak kepolisian. Tapi hasilnya motor itu belum juga temukan

Aku sangat kecewa dengan  perkemahan yang ditunda karena pembina pramuka yang sedang sibuk dan bukan hanya perkemahan itu yang gagal, latihan pada saat itu juga mungkin yang terakhir kalinya, kata Pak Juharman. Aku benar-benar sangat kecewa karena setelah kejadian itu, Pak Juharman sudah jarang masuk mengajar di kelasku. Hingga aku tak sengaja mendengar percakapan guru bahwa Pak Juharman sudah berhenti mengajar di sekolah. Aku merasa sedih dan juga kecewa karena bagiku bersama beliau membawa dampak baik. Janji Pak Juharman juga belum selesai.Dia menjanjikan perkemahan pada akhir tahun, membawa anggota pramuka jalan jalan, katanya dia ingin membuat buku untuk penulis-penulis SMP dan diperlihatkan di hari kelulusan nantinya. Kekecewaan itu tak kunjung reda ditambah lagi pertanyaan di mana Pak Juharman sekarang? 

Hari-hari berlalu, bulan berganti, ternyata Pak Juharman sudah mengajar di sekolah lain. Entah kenapa dia berhenti mengajar di sekolah kami. Mungkinkah karena motornya? Tapi kita juga tidak bisa membantu banyak. Tahun 2022 berlalu, janji Pak Juharman juga sudah terlupakan dan pramuka kembali aktif saat tahun 2023 yang dibina oleh para alumni yang sebelumnya juga selalu bersama Pak Juharman dalam melatih dan membimbing kami.

(Visited 50 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *