Oleh : Andi Aya Assyura
Aku bingung mengapa orang – orang sangat suka mencela sesama manusia, padahal Tuhan telah menciptakan kita dengan kesempurnaan yang telah ia berikan kepada kita semua. Mengapa aku mengatakankan ini? Karena sejak kecil dan mungkin sampai sekarang, aku selalu mendapatkan celaan tersebut atau dikalangan remaja saat ini biasa disebut dengan body shaming.
Ini dimulai saat aku masih SD. Saat itu aku memang mempunyai suatu kekurangan yang mau tidak mau harus aku terima dengan berat hati, dan itu adalah bentuk gigiku yang kurang bagus dilihat. Ini memang aneh, tapi aku tau di dunia ini bukan aku saja yang mengalami hal ini. Tapi mengapa orang sekitarku selalu mencelaku seakan – akan akulah yang paling tidak sempurna bagi mereka? Kadang aku merasa dunia ini memang sedikit tidak adil kepadaku.
Seiring berjalannya waktu celaan itupun mulai berkurang. Tapi itu bukan berarti ini telah berakhir karena masih ada saja orang yang tidak memiliki pikiran yang luas mengenai hal seperti ini. Karena sedikit dari mereka masih saja ada yang mencelaku.
Dan aku pun mulai untuk mencoba berkonsultasi ke dokter untuk memperbaiki masalah gigiku tersebut, dan setelah itu bentuk gigiku telah terlihat lebih baik dari pada sebelumnya. Dan sejak itu sudah tidak ada lagi yang mencela diriku tentang itu.
Tidak lama setelah itu, di sekolahku diadakan perkemahan dan aku ikut berpartisipasi di acara tersebut. Karena ini kegiatan kepramukaan, sudah pasti kita beraktifitas di bawah sinar matahari sehingga kulitku agak berwarna sedikit gelap. Dan Setelah aku pulang dari kegiatan tersebut entah mengapa orang orang mulai mencela diriku lagi karena warna kulitku yang cukup gelap.
Tidak mungkin mereka semua aku diami saja, sudah pasti aku menegur mereka semua yang melakukan hal tidak baik itu. Dan setelah itu mereka pun satu persatu mulai berhenti untuk mencela diriku ataupun orang lain.
Kita semua diciptakan sama tetapi berbeda, dan juga memiliki kekurangan dan kelebihan masing – masing yang telah diberikan oleh Tuhan. Kita harus yakin bahwa kita semua istimewa dengan apa adanya. Ayo kita semua mulai menerima diri kita sendiri dan cobalah untuk tidak mendengarkan omongan orang lain.
Watansoppeng, 27 Oktober 2021
