Bab 3

Dahsyatnya Kekuatan Kata

Naga yang Selalu Kelaparan

            Kalian tahu seekor Naga, bukan?

            Ular raksasa yang bisa terbang dan menyemburkan api dari mulutnya.

            Alkisah di Kerajaan Langit.

Ada seekor Naga yang selalu kelaparan.

            Telah banyak penduduk Kerajaan Langit yang menjadi korbannya.

            Ilustrasi:

Seekor Naga sedang menyemburkan api dari mulutnya. Orang-orang berlarian menghindari Naga di

Kerajaan langit.

          Sayembara Kaisar Langit 

            Kaisar Langit akhirnya membuat sayembara.

            Barang siapa yang bisa menundukkan Naga akan diberi hadiah.

            Akan dinikahkan dengan putri bungsunya.

            Yaitu Puteri Mei Yu yang cantik jelita.

          Ilustrasi:

            Kaisar Langit berunding dengan Puteri Mei Yu di Taman Istana.

          Naga Melumpuhkan Para Pendekar

            Pada hari yang telah ditentukan berdatanganlah para pendekar.

            Mereka berkumpul di lapangan yang sangat luas.

            Tempat Naga biasa mencari mangsa.

            Dengan mudah Naga melumpuhkan para pendekar itu.

          Ilustrasi:

            Naga senang sekali berhasil melumpuhkan para pendekar.

          Naga Tewas Oleh Semburan Kata-Kata

Tinggal seorang pemuda, Pangeran Bong Yu dari Kerajaan Bumi.

            Ketika sudah berhadapan dengan Naga, tiba-tiba Bong Yu berteriak lantang.

            Dari mulutnya keluar semburan yang berupa kata-kata.

            Terjadilah satu keajaiban di Kerajaan Langit.

            Dalam hitungan menit, Naga itu terkapar tak berkutik!

            Dahsyatnya kata-kata!

          Ilustrasi:

Pangeran Bong Yu melumpuhkan Naga dengan semburan kata-kata dari mulutnya.

Karya yang Menghancurkan

Teman, sekarang kita tahu bahwa kata-kata bisa dijadikan senjata.

Banyak buku yang telah mengubah dunia.

Banyak karya yang telah mengukir peradaban dunia.

Bahkan ada buku yang telah mengakibatkan peperangan.

Umpamanya Mein Kamf karya Hitler.

Buku ini telah mencuci otak tentara Jerman.

Untuk membasmi bangsa Yahudi.

Dan mendewakan Bangsa Aria-Jerman sebagai ras terhebat.

Hingga menimbulkan Perang Dunia II.

Ilustrasi:

Korban keganasan Hitlet dalam Perang Dunia II. Hitler dengan buku Mein Kamf di tangannya.

Karya yang Menyemangati

            Pernahkah kalian membaca puisi karya Chairil Anwar?

            Terutama yang berjudul:Antara Krawang-Bekasi

            Puisi ini diakui secara Nasional sangat menyemangati.

            Bukan saja untuk para pejuang di wilayah Krawang dan Bekasi.

            Melainkan memengaruhi seluruh pejuang kita.

            Mereka tersulut jiwa dan raga.

            Untuk melawan Belanda yang hendak kembali menjajah Indonesia.

Ilustrasi:

Chairil Anwar membaca puisinya, dilatar-belakangi pertempuran heroik para pejuang melawan NICA, Revolusi 1945.           

Quote:” Banyak buku yang telah mengubah dunia.

Banyak karya yang telah mengukir peradaban dunia.”

Tip & Trik:

  • Sering mengamati lukisan dengan cermat dan tuliskan semua yang tampak.
  • Amati juga foto-foto keluargamu dan tuliskan apa yang kamu ketahui.
  • Menonton pementasan baca puisi atau musikalisasi puisi.
  • Bacalah karya-karya para sastrawan Indonesia.
  • Dengarkan pidato Bung Karno, rasakan semangat kepahlawanannya!

Ilustrasi:

Bung Karno sedang pidato, menyemangati para pejuang Indonesia dalam perang melawan penjajah.

Tugas

  • Pernahkah kamu menonton film yang diangkat dari kisah hidup Bung Karno?
  • Atau membaca buku karya Bung Karno?
  • Nah, buatlah tulisan tentang Bung Karno, Presiden RI pertama yang kamu ketahui.
  • Jangan lupa, minta tanda tangan dari ayah atau ibumu, ya Teman.
  • Selamat menulis, Teman!

Ilustrasi:

Seorang anak laki-laki main perang-perangan bersama pasukannya yang terdiri dari kawanan bebek di sawah.

@@@

(Visited 13 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Pipiet Senja

Pipiet Senja, sastrawati Nasional, menulis sejak 1975. Berbagai genre, terutama tentang perempuan. Ribuan cerpen dan ratusan novel telah ditulis, tetapi yang baru diterbitkan sebagai buku 203. Aktif Mentor Literasi untuk para santri Askar Kauny. Mentor kelas menulis TKI; Hongkong, Malaysia, Singapore, Mesir, Mekkah dlsbnya. Aktivitas Manini 65 tahun dengan lima cucu ini selain menulis, wara-wiri ke rumah sakit sebagai penyintas Thallasemia. Suka diminta Orasi dan baca puisi, sebab ia pun Aktivis 212. Pesannya:"Menulislah yang baik-baik saja, jangan menyesatkan, sebab kelak tulisan kita akan dimintai tanggung jawab. Salam Literasi."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *