Bintang, kerlap-kelip yang menghiasi malam. Bintang dengan cahaya yang terang dan bintang selalu menghangatkan. Namun, nintang yang satu ini berbeda. Carnia Bintang Techa.
Baginya,hujan itu mengerikan. Ia akan bersembunyi ketika rinai itu datang. Hujan adalah musuh bebuyutannya. Sinarnya yang membentang akan redup bersama kecemasan dan ketakutan. Hidup yang bergantung pada ramalan cuaca membuat pergerakannya tak bebas seperti remaja pada umumnya. Bahkan ia membenarkan satu teori yang ia simpulkan.
Tapi beda persepsi bagi Jevano Angkasara. Bintang mempunyai cara tersendiri untuk memantulkan cahaya, terlihat sederhana tapi begitu indah. Namun, pada suatu hari ia bertemu dengan Carnia Bintang Techa. Tetapi ia di kejutkan dengan kejadian yang tak terduga.
Hingga tanpa Angkasa sadari ia telah berjanji akan menjaga dan menjadikan bintang sebagai semestanya
