Oleh: Aisyah Nur Adhayani*

Pernahkah kau membayangkan,
matahari yang enggan tenggelam?
Ia tersangkut di langit malam,
berpendar redup di antara bintang.

Ia bukan matahari yang kau kenal,
bukan yang membakar siang dengan terik.
Ia hanya cahaya yang tersisa,
berjuang agar tak sepenuhnya padam.

Orang berkata, malam adalah saat untuk beristirahat.
Tapi bagaimana dengan matahari
yang tak diizinkan untuk lelap?

Ia menyinari yang tak ingin terlihat,
bayangan yang lebih nyaman dalam gelap.
Ia mencari ruang di antara bintang,
meski tahu ia tak pernah benar-benar milik malam.

Matahari malam,
bukan legenda, bukan keajaiban.
Hanya kisah tentang sesuatu
yang bertahan di tempat yang bukan rumahnya.

Watansoppeng, 28 Maret 2025

*Penulis adalah Siswi SMPN 1 Watansoppeng Kelas IX.2

(Visited 14 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *