Oleh : Suci Angraini
Mereka yang menyaksikan Venia meneriaki kepala sekolah untuk mengeluarkan Alia dan kawan-kawannya kelihatan sangat kaget.
“Bagaimana bisa murid baru itu memerintah dan meneriaki pak kepsek?” kata salah satu siswa yang masih kaget dengan kejadian tersebut.
“Dan bagaimana bisa pak kepsek menerima perintah murid baru itu?” kata siswa yang berada di samping siswa yang berbicara tadi. Mereka semua kaget.
Vani dan Veni mencari dimana keberadaan Aldino. Veni dan Vani melihat kakaknya sedang duduk di meja kantin di bagian ujung sedang menatap mereka. Vani dan Veni melihat Aldino mengisyaratkan dengan dagunya untuk Vani dan Veni datang kepadanya sambil merentangkan tangan.
Vani dan Veni melihat isyarat kakaknya itu langsung berlari memeluk Aldino. Aldino memeluk adik kembarnya dengan lembut begitupun sebaliknya.
Dan bruk, seketika Vina dan Veni pun ambruk,pingsan di pelukan kakaknya. Aldino mengisyaratkan kepada kawan-kawannya yang berdiri mematung untuk membantunya mengangkat adiknya.
Kawan-kawan Aldino langsung menghampiri dan membantu Aldino membawa adiknya ke UKS.
Semua yang menyaksikan kejadian itu tambah kaget. Mereka berpikir bagaimana bisa murid baru itu ikut memeluk Aldino dan Aldino menerimanya dengan senang hati. Mereka pikir wajar kalau Vani yang memeluk Aldino, tapi mereka masih berpikir kenapa murid baru itu juga ikut memeluk Aldino.
