Oleh: Adit Anugrah Pratama*

Hari itu, langit pagi di kota Makassar berbeda. Di balik gugup dan harapanku, aku berdiri tegak dengan seragam terbaik yang kupakai. Aku tahu, perjalanan ini bukan hanya tentang diriku sendiri, tetapi tentang nama daerah yang kupikul dengan penuh tanggung jawab yaitu Kabupaten Soppeng.

Ketika diumumkan bahwa aku menjadi salah satu Finalis Duta Pendidikan Sulawesi Selatan Barat (Sulselbar), rasanya campur aduk antara bangga dan takut. Bangga, karena aku bisa mewakili daerahku. Takut, karena harus bersaing dengan begitu banyak orang hebat dari kabupaten lain. Namun di lubuk hatiku, tekadku sudah bulat: aku ingin memberikan yang terbaik.

Hari demi hari, aku berlatih; belajar public speaking, memperdalam wawasan pendidikan, dan melatih rasa percaya diri/self confidence. Aku sadar, menjadi seorang duta pendidikan bukan sekadar berdiri di panggung dan tersenyum, melainkan membawa gagasan untuk masa depan, dan menyuarakan arti pentingnya pendidikan bagi semua.

Di lokasi lomba, suasana terasa luar biasa. Puluhan peserta dari berbagai daerah hadir, masing-masing membawa semangat dan cerita mereka. Saat itu juga aku merasa bahagia, karena bukan hanya berkompetisi, tetapi juga mendapat teman baru dari seluruh daerah di Sulselbar. Kami saling menyemangati, berbagi pengalaman, bahkan bercanda untuk mengurangi rasa tegang.

Tibalah malam puncak. Jantungku berdebar kencang ketika namaku dipanggil untuk menyampaikan orasi. Aku melangkah ke panggung dengan senyum penuh percaya diri. Setiap kata yang terucap adalah doa dan perjuangan yang kurangkai dengan sepenuh hati. Aku hanya ingin satu hal; membanggakan keluarga dan tentu saja masyarakat Kab. Soppeng yang telah mendukung saya.

Sampai akhirnya dewan juri membacakan hasilnya. Aku tertegun, tak percaya ketika mendengar namaku masuk sebagai Runner Up 5 sekaligus meraih gelar Best Favorites Duta Pendidikan Sulselbar 2025. Tepuk tangan bergemuruh, dan aku menahan air mata bahagia.

Rasa syukur meluap-luap. Bagiku, pencapaian ini bukan sekadar gelar atau piala, tetapi bukti bahwa perjuangan, doa, dan dukungan banyak orang tidak sia-sia. Yang paling membuatku bahagia adalah melihat senyum bangga di wajah keluargaku. Senyum yang akan selalu kuingat sepanjang hidup.

Kini, setelah lomba usai, aku sadar bahwa perjalanan sebagai duta pendidikan tidak berhenti di sini. Ini adalah awal untuk terus berkontribusi, menginspirasi, dan membuktikan bahwa anak daerah pun bisa bersinar di panggung besar.

Aku bangga menjadi bagian dari Duta Pendidikan Sulselbar 2025, membawa nama Soppeng, dan membuktikan bahwa mimpi yang diiringi kerja keras pasti akan menemukan jalannya.

Watansoppeng, 2 September 2025

*Penulis adalah Siswa SMAN 1 Soppeng

(Visited 42 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *