Oleh: Feby Dwi Pratiwi*
Aku punya kucing yang bernama Micy dan Pesek. Kalau Micy, mama dan papa aku yang beri nama. Kalau Pesek, aku yang beri nama karena hidungnya pesek kayak aku. He..he..he. Bulu Micy berwarna hitam putih. Di hidung Micy ada bintik warna hitam mengelilingi hidungnya itu.
Kalo Pesek berwarna oranye mulai dari kepala sampai ujung ekornya. Aku selalu memberi makanan untuk kucing yaitu Cat Choize. Micy aku ambil waktu masih berumur 2 bulan. Jadi masih bisa diatur, dan sekarang Micy sudah tau ujung-ujung rumah dan tau yang jauh tempatnya. Dia cantik. Gembul.
Kalo Pesek aku ambil ketika berumur 8 bulan. Sifat mereka berbeda. Kalo Pesek beda lagi. Pesek galak, suka marah dan juga belum terlalu akrab, karena baru 5 hari aku ambil Pesek, sedangkan Micy sudah 1 bulan. Pesek masih belum bisa akur dengan Micy. Setiap Micy bergerak, Pesek pasti marah.
Kucing aku perempuan, sedangkan kucing teman mama laki-laki jadi bisa kawin dan kucing teman mama yang namanya Mochi. Dia lucu sekali, warnanya abu-abu, gembul-gembul.
Sedangkan Micy, dia penyabar mungkin karena aku ambil pas mulai dari kecil jadi dia penurut. Micy sering aku lepas dari kandangnya. Dia sudah pintar pulang sendiri sekarang.Tapi dia perginya memang cuma di sekitaran halaman rumah. Kalo Pesek belum tau, jadi aku belum berani melepaskannya, karena dia juga belum akrab dengan Micy, dan ada Mochi yang dia temani.
Micy termasuk kucing Anggora. Pesek termasuk kucing Persia, dan Mochi termasuk juga kucing Persia. Aku sangat menyayangi kucing-kucing itu. Mereka juga selalu menemani hari-hariku.
* Penulis adalah siswi dari SMPN 1 Watansoppeng
