Oleh: Adit Anugrah Pratama
Nyatanya, aku masih tak kuasa berdiri,
Hidup dalam bayang-bayang sepi nan sunyi,
Yang hanya berpura-pura aku nikmati,
Padahal, aku telah mati berkali-kali.
Namun entah mengapa,
Ia kerap kali datang membawa tekanan,
Menenggelamkanku dalam sebuah penyangkalan
Perasaan yang takkan pernah usai.
Di mana diriku masih mengharapkan cinta
Yang takkan pernah bisa kembali kugapai.
Dan pada akhirnya,
Itu akan abadi,
Setelah aku benar-benar mati.
Watansoppeng, 5 Februari 2025
(Visited 25 times, 1 visits today)
