Oleh: Kerisna wati*

Derai angin membuat rambut hitam milikmu beterbangan menyapu pipi putih milikmu. Kamu tersenyum menatap hamparan insan yang ada di sana. Mata indahmu menyoroti kelelahan yang sangat mendalam, kamu terlalu berkejaran dengan detik dan waktu.

Rangkaian kata penenang ingin ku dendangkan di telingamu. Usapan halus ingin sekali kubiarkan di rambutmu. Aku ingin menjadi seseorang yang berguna untukmu.

Aku ingin setidaknya bisa membuat wajah putih milikmu memerah karenaku. Namun, waktu aku melihatmu bersama gadis anggun yang berwajah putih seputih salju, Aku jadi tersadar bahwa aku hanyalah upik abu bagimu yang bak seorang pangeran.

Jika kamu adalah laut, aku ingin menjadi langitnya. Langit akan menyinari laut setiap saat, memberikan kehangatan dan perlindungan yang diberikan matahari dan bulan yang berada di langit.

Ah ya, aku akan sangat senang meski hanya menjadi langit untukmu. Menjadi seseorang yang hanya bisa memandangimu dari kejauhan. Entah kenapa, dari banyaknya insan di hadapanku, kamu selalu menjadi obyek yang ditemukan oleh netraku. Aku menginginkan sesuatu yang lebih dari sekadar sayang sebagai seorang teman. Aku ingin aku dan kamu menjadi kita.

Langit Sore, 30 Desember 2024

*Penulis adalah Siswi SMP Muhammadiyah 2 Ulak Paceh

(Visited 25 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *