Oleh: Reisya Alfi
Di seberang cahaya redup itu,
ada nyanyian yang tak pernah terdengar,
dinyanyikan oleh suara yang kau kenali,
namun kini terasa jauh di balik kabut tipis.
Kau mencoba mendekat,
tapi langkahmu berat,
seperti terjebak dalam mimpi yang tak bisa kau akhiri,
selalu terbangun di tengah malam yang tak kau pahami.
Setiap baitnya adalah pertanyaan,
tentang hari-hari yang berlalu tanpa sapaan,
tentang suara yang tak lagi menyapa,
hanya menghilang di balik temaram senja.
Kau ingin bernyanyi,
mengembalikan irama yang hilang,
namun lidahmu kelu,
dan kidung itu tetap menjadi rahasia dalam sunyi.
