Oleh: A. Zalfa Azzahra Ulum*
Suatu pagi yang cerah terlihat ada kupu-kupu terbang ke taman bunga. Namanya Lily. Ia sangat senang pergi ke taman bunga bersama teman-temannya. Lily adalah kupu-kupu yang sangat baik dan disukai semua teman-temannya. Mereka sering bercanda kala dalam perjalanan ke taman bunga. Namun suatu hari, teman-teman Lily berubah menjadi jahat kepada Lily. Ia tidak tau kenapa mereka berubah dan tidak mau lagi bersahabat dengannya. Lily tidak antusias lagi ke taman bunga karena sudah tidak mempunyai teman lagi. Rasa sepi tanpa candaan mereka. Lily juga takut memulai mengajak mereka bicara lagi. Sebenarnya Lily ingin sekali mencari jawaban dari semua ini.
Karena Lily sudah tidak tahan lagi melihat teman-temannya yang menjauh, akhirnya ia memberanikan diri untuk mengajak teman-temannya berdamai dan mulai berteman kembali seperti dulu. Tapi ternyata teman-temannya malah berkata, “Apa sih. Kita tidak ingin berteman denganmu karena kamu tidak memiliki corak sayap yang cantik. Lihat corak kita. Bagus kan? Tidak seperti kamu. Ha ha ha.” Lily sangat kaget mendengar kata-kata mereka. Ia sangat sakit hati dan akhirnya ia pulang ke rumahnya sambil menangis. Ia tidak menyangka teman-temannya akan mengatakan seperti itu kepadanya. Ia berkata,” Aku tidak mau lagi berteman dengan mereka. Semuanya jahat. Lily pun berjanji tidak akan ke taman bunga lagi supaya tidak bertemu mereka.
Suatu hari, Lily melampiaskan kesedihannya dengan berjalan-jalan di sekitar rumahnya. Tak lama setelah itu Lily melihat temannya bertabrakan dengan burung.Temannya terjatuh di sekitar rumahnya. Lily pun segera mengobati sayap temannya yang luka. Setelah itu Lily berkata, “Kamu istirahat di dalam rumahku dulu yaa. Jika kamu tidak merasa sakit lagi, kamu boleh pulang”.Tapi teman Lily takut karena ia sudah mengejek Lily dan menolak untuk tinggal dan memilih pulang ke rumahnya walaupun masih kelihatan ia merasakan sakit.
Satu Minggu berlalu.
Teman-teman Lily ingin pergi ke rumah Lily untuk meminta maaf. Mereka sadar dan merasa bersalah. Akhirnya mereka sampai ke rumah Lily. “Tok, tok”. Lily bingung dan bertanya,” Siapa di sana? Kami Lily. Kami ingin minta maaf. Kami sudah bersalah telah merendahkanmu.”
Lily menjawab, ” Hah,kenapa kalian ke sini?” Teman-teman Lily berkata, ” Kami ingin meminta maaf Lily.” Lily kaget mendengar kata-kata itu. Lily berucap,” Kalian tidak usah meminta maaf. Aku sudah maafin kok”. Teman- teman Lily merasa senang. “Ini beneran?”..Lily pun menjawab,” iyaa, pasti aku maafin.” Mereka sangat kagum sifat Lily yang sangat baik itu. Akhirnya, mulai saat itu Lily bersatu kembali dengan sahabatnya .
Dari cerita di atas hal yang bisa dipetik adalah jangan memilih-milih teman atau jangan membanding-bandingkan teman.
*Penulis adalah Siswi SMPN 1 Watansoppeng, Kelas 7.3
