Oleh: Firda Sudirman*
Orang yang termasuk dalam kategori” pick me” biasanya kehausan validasi sehingga terkadang tidak segan menjatuhkan orang lain. Istilah ” pick me” sendiri mulai populer digunakan sebagai julukan buat orang yang kayaknya try-hard banget untuk jadi beda supaya dipilih atau berasa kayak terpilih, mungkin bahasa lokalnya setara dengan julukan ” Si paling”.
Tanpa disadari, kondisi pick me muncul akibat rasa insecure. Ibarat mencari perhatian yang salah. Pick me tidak menyadari bahwa masalah dasar dari perilaku mereka itu seringkali berawal dari rumah atau keluarga, hingga cara serta keadaan ketika bertumbuh besar. Saat seorang mendapat perhatian yang salah atau bahkan tidak mendapat perhatian sama sekali dari keluarganya, insecurity dapat tumbuh. Sebetulnya sikap pick me adalah cara untuk menutupi insecurity dan mencari perhatian yang mereka inginkan.
Ciri-ciri pick me
• People pleaser dan posesif
• Suka sombong, cerita dilebih-lebihin
• Tukang cari perhatian
• Suka mengatur ( bossy) agar “mencolok”
• Menjelekkan orang lain, agar dirinya lebih tinggi
• Memilih untuk bergaul dengan laki-laki dibandingkan perempuan
• Berusaha keras untuk tampil berbeda dari orang lain
• Merasa paling benar
• Biasanya sering ngomong “Aku gak kaya yang lain kok”
Jika kamu menyadari sedang berada pada kondisi pick me, kamu bisa kok mengubahnya. Mulai dari belajar memahami apa yang sebenarnya kamu cari. Jika kamu pernah/sedang menjadi seorang pick me, ga papa kok. Jangan malu karena banyak yang tanpa sadar menjadi pick me terutama saat masa remaja.
Terakhir, jika kamu mengetahui seorang pick me, jangan dijudge apalagi dibully yaaa. Lebih baik kamu coba berikan perspektif yang berbeda kepada mereka. Kalau kamu merasa terganggu banget, kamu punya hak untuk membuat batasan hubungan dengan mereka juga loh.
*Penulis adalah siswa SMPN 2 Lilirilau
