Oleh: We Shabirah Fathinah*
Hai, aku ingin bercerita lagi, walaupun mungkin kalian tidak mengingatku. Aku mulai saja ya ceritanya. Aku tau kalau diriku banyak sekali kekurangannya, namun aku selalu berusaha untuk menutupi kekurangan yang ada pada diriku. Aku benci ketika orang lain mengungkit-ungkit kekurangan itu. Adapun teman sekolah yang selalu mengungkit kekuranganku seperti membuat nama ejekan untuk aku, menjelekkan nama, sampai merendahkanku. Aku tau kalau aku miliki kekurangan seperti yang selalu mereka ungkit itu. Tapi sebaiknya jangan mengejek aku, karena semakin diejek, aku semakin susah menerima diriku apa adanya. Atau apakah aku harus berubah demi kalian, supaya tidak mengejek aku lagi?
Aku sudah sangat lelah menghadapi berbagai cemoohan tentang diriku. Aku berusaha menjadi pribadi yang lebih baik, tidak memperlihatkan kekurangan itu kepada orang-orang. Tapi kenapa kalian dengan gampang merusak semuanya? Apa kalian pikir aku tidak punya perasaan? Kita sama-sama manusia, Makhluk ciptaan Allah. Jangan karena fisik aku jelek, seenaknya saja dijadikan bahan candaan. Mungkin kalian juga punya kekurangan, makanya, sebaiknya jangan selalu mengejek atau membicarakan kekurangan orang lain.
Mungkin kita semua punya punya perasaan yang sama ketika diejek dan menjadi bahan candaan di mana-mana. Kita pasti akan marah. Makanya, sebelum melakukan hal jelek kepada orang lain, kita harus berpikir masak-masak bagaimana kalau kita berada di posisi itu. Kita jangan egois, hanya memikirkan diri sendiri tanpa peduli perasaan orang lain.
Entahlah bagaimana ke depannya kalau kalian terus menjelek-jelekkan aku. Itu pasti akan membuat kepercayaan diriku semakin berkurang, dan aku semakin membenci diri sendiri. Namun satu yang pasti bahwa Nobody’s Perfect.
Dalam Al-Qur’an dikatakan “Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (Surah At Tin ayat 4).
*Penulis adalah siswi SMPN 1 Watansoppeng
