Oleh : Firda Sudirman
Hari ini Jum’at 25 November tahun 2022, saya baru saja menjadi peserta upacara peringatan Hari Guru Nasional di sekolah. Uniknya, pada kegiatan upacara kali ini para petugasnya adalah Bapak/Ibu Dewan Guru. Guru Bahasa Inggris bertugas membaca susunan upacara, guru Bhs.Indonesia bertugas membaca UUD 1945, guru Matematika membaca kode etik guru, guru Bhs.Daerah membaca ikrar guru Indonesia, guru Informatika membawakan Teks Pancasila, guru Kesenian menjadi pemandu suara, guru Penjas menjadi pemimpin upacara, hingga guru Agama bertugas sebagai pembaca doa upacara Hari Guru.
Pada kegiatan upacara di hari Senin atau kegiatan lainnya cukup jarang saya temukan hal seperti ini. Ya, barangkali karena HGN adalah hari bahagianya para guru kali, ya. Syukur upacara HGN di sekolah berlangsung dengan hikmat dan tertib. Para siswa semuanya hadir dan berpakaian rapi, juga tertib dalam mendengar susunan demi susunan acara upacara.
Namun, dari serangkaian kegiatan upacara tersebut ada momentum yang sangat mengharukan. Ya, tepatnya ketika petugas upacara menyanyikan lagu “Hymne Guru”.
Dalam setiap lantunan baitnya seakan-akan mengetuk hatiku sehingga muncul rasa penyesalan karena selama ini kurang menghargai guru. Barangkali inilah manfaat lain di balik kegiatan peringatan Hari Guru Nasional, bahwa momentum hari bahagianya guru mengajak kita semua terutama para siswa untuk kembali melihat, mendengar, dan merasakan secara langsung begitu besarnya jasa guru.
Setelah upacara Hari Guru usai, ada pemberian penghargaan bagi guru berprestasi. Yaitu guru favorit, guru terkritis, guru sabar, guru tergaul, guru terhebat, guru terdisplin, guru terlama, guru terhumoris, guru terkreatif . Masih ada 2 kategori, tapi lupa hehe.
Kemudian kegiatan pun dilanjutkan dengan pemotongan nasi tumpeng oleh segenap dewan guru. Berbarengan dengan itu pula kami secara bergiliran mendatangi para guru untuk bersalaman, berucap maaf serta memberikan hadiah terbaik.
Hadiah terbaik di sini bukanlah hadiah termahal melainkan hadiah yang menurut kami paling berkesan untuk diberikan pada guru.
Guru adalah sebenar-benarnya pahlawan tanpa jasa. Karena guru sejati mengajar dengan hati, tidak cukup hanya sekadar ucap kata dan umbar janji.
Selamat Hari Guru Nasional 25 November 2022
