Oleh : Dhea Febrina*

Ayah, tidak pernah terbayang bagiku bila engkau tak ada dalam hidupku. Pikiran dan tubuhmu yang lelah, tapi dirimu tidak pernah mengeluh sedikit pun di depan anak-anakmu. Seolah ayah adalah sosok yang kuat, agar bisa menjadi rumah ternyaman untuk anak-anaknya.

Ayah, engkau selalu mengenyampingkan perasaan sakitmu hanya untuk kebahagiaan anak-anakmu. Ayah, aku hanya mengenalmu sebagai sosok yang sangat kuat dan tidak pernah mengeluh. Aku tidak pernah paham apa yang engkau alami di luar sana, kesulitan apa yang engkau hadapi di sana. Aku tidak tahu sesakit apa yang engkau rasakan karena dirimu tidak pernah mengeluh sedikit pun.

Ayah, apalah artinya perjuanganku selama ini, bahkan tidak ada bandingannya dengan perjuanganmu. Aku ingin sekali bertanya kepadamu,” Kenapa engkau tidak pernah mengeluh? Kenapa dirimu bisa sekuat itu? Apakah engkau tidak bosan pura-pura kuat? Kenapa selalu ditahan? Kenapa aku tidak pernah melihat sosok lemahmu? Di mana engkau sembunyikan semua itu?

Ayah, aku yakin setiap manusia itu memiliki rasa lelah dan rasa untuk berjuang, tapi kenapa engkau tidak pernah lelah dan selalu kuat, berdiri tegak dan gagah? Beritahu aku caranya untuk melakukan itu semua, agar anakmu ini tahu diri untuk tahu lebih siapa yang pantas untuk mengeluh. Ayah, kenapa engkau tidak pernah jujur?

*Siswi SMAN 1 Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman

(Visited 37 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *