Oleh: Sinar

Mentari mencari jalan keluar agar tidak dikurung lagi. Ia capek karena selalu diperlakukan tidak adil dan seperti pembantu..
Saat Mentari keluar dari kamar itu, ia menceritakan semua kesedihannya kepada Devan. ” Devan, aku sudah cape diperlakukan tidak adil oleh ibu Hany. Aku selalu mengikuti perintahnya dan semua kulakukan dengan sabar. Tapi usaha yang sudah aku lakukan dengan sabar dan penuh semangat selalu salah di mata ibu Hany. Aku capek. Capeee bangett, Devan. Aku ingin pergi dari sini. Sudah cukup sampai sini perlakuan ibu Hany ke aku. Selama bertahun-tahun aku diperlakukan seperti ini.Apa salah aku sehingga ia jahat sama aku”, katanya sambil meneteskan Air mata. Devan kemudian menghibur adiknya itu. “Sabar yaa… Aku tau kok Kamu itu kua. Kamu pasti bisa hadapi bu Hany. Aku bakalan selalu ada buat kamu. Kita kan saudara. Jadi, kalau kamu butuh aku, datang saja ke kamar aku.”
Suatu saat nanti kita bakalan aduin perlakuan ibu Hany itu. Aku bakalan bantuin kamu mencari solusinya.

Tiba-tiba ayah mereka datang ke kamar Devan dan membicarakan sesuatu kepada Devan yang tidak boleh diketahui bu Hany. Mentari dan Devan sangat penasaran, apa yang mau dibicarakan ayah mereka hingga Bu Hany tidak boleh mengetahuinya.

“Ayah sudah mencari tahu siapa Devan sebenarnya”. Mereka kagettt!

“Ha.. maksud ayah apa??

“Sebenarnya Devan ini bukan anak kandung Ayah. Ayah menemukannya di depan rumah. Ayah bingung mau membawanya ke mana. Hingga ayah memutuskan untuk merawat Devan hingga dewasa. Dan ini saatnya Devan tau kalau Ayah bukan Ayah kandungnya. Kalian bukanlah saudara”.
Devan sedih dan bingung. Dia sedih karena pak Aldy bukanlah ayahnya, padahal ia sangat menyayanginya. Tetapi di sisi lain Devan senang karena dia tidak bersaudara dengan Mentari. Sebenarnya Devan mempunyai perasaan terhadap Mentari.
Devan sangat menyayangi Mentari lebih dari hidupnya. Devan selama ini melindungi Mentari bukan karena mereka saudara, tetapi karena Devan mempunyai perasaan lebih terhadap Mentari. Setiap Mentari memeluknya, ia merasa bahagia.

Tetapi apakah mungkin Mentari juga punya perasaan ke dia, sama seperti ia mencintai Mentari?
Devan berjanji kepada pak Aldy. “Yahh …walaupun ayah bukan ayah kandungku, walaupun Mentari bukan Kakak kandungku, aku berjanji kepada Ayah kalau aku akan menjaga dan menyayangi Mentari selama -lamanya”.

Pak Aldy melihat cinta di mata Devan. Pak Aldy merasa bahwa Devan telah mencintai Mentari. Pak Aldy memutuskan untuk menjodohkan Mentari dan Devan. Mereka akan menikah setelah lulus kuliah karena Pak Aldy yakin bahwa Devan adalah laki-laki yang tepat untuk Mentari. Ia yakin juga bahwa Devan akan menyayangi dan menjaga Mentari lebih dari dirinya sendiri.

(Visited 34 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *