Oleh : Farah Aprilia Nursyah
Mia sedang mengunjungi toko pusat komik untuk membeli komik keluaran terbaru pekan ini. “Komik Tokyo Revengers ada di baris rak kedua dari kiri, cari saja disana” ucap Kak Dimas pemilik toko pusat komik itu seolah olah tau Mia akan membeli komik dengan judul itu.
“Kak Dimas tau aja, terima kasih ya” Mia memeriksa setiap buku yang tersusun rapi di rak- rak buku tinggi dengan jari telunjuknya.
“Nah dapat! Ah apa ini? ” tak sengaja Mia menyenggol sebuah kardus yang berisikan tumpukan buku – buku usang dan berdebu. Mia mengambil satu buku dari tumpukan paling atas yang berjudul “Na Honja sumbakkokjil, petak umpet sendirian”.
“Mia sedang melihat apa?” tanya Kak Dimas tiba- tiba berada di ujung lorong rak buku yang membuatnya terkejut.
“Buku ini sepertinya menarik dan sampulnya masih bagus, kenapa diletakkan di kardus ini? ” tanya Mia membuka buka lembaran buku itu.
“Buku itu mau saya buang saja, nanti kalau sampai ada lagi yang mencobanya, kan berbahaya” .
“Lagi? Berarti sebelumnya ada yang pernah mencobanya ya? Terus kenapa bisa ada di toko Kak Dimas? ” tanya Mia lagi.
“Dulu saya kira cuma cerita hiburan, dan ada seseorang yang sudah membelinya lalu mencoba permainan gila itu dan katanya ia menyesal membelinya, jadi dia kembalikan”.
” Sudah, letakkan buku itu kembali, kamu sudah dapat komikmu kan? “.
“Sudah, dan aku mau membeli buku ini,” kata Mia mengayun – ayunkan buku usang itu. Kak Dimas tampak ragu dan tak ingin Mia mengambil buku itu, namun akhirnya setelah Mia terus memaksanya, Mia akhirnya dapat memiliki buku itu.
Tiba di rumah, Mia merebahkan dirinya di kasur lalu membuka halaman pertama buku “Na Honja sumbakkokjil, petak umpet sendirian”. Buku itu berisikan alat alat yang dibutuhkan dalam permainan, langkah – langkah, dan cara bermainnya. Buku itu sangat tipis yang hanya berisikan 16 lembar saja.
“Permainan petak umpet arwah adalah permainan petak umpet yang dilakukan sendirian bersama arwah yang tentunya memerlukan cara untuk memanggilnya. Perlu diingat bahwa, yang pertama permainan berlangsung selama 2 jam jika lebih dari 2 jam arwah akan semakin kuat dan berbahaya, yang kedua jangan keluar dari rumah, yang ketiga dilakukan sendirian yang keempat jangan bersuara saat bersembunyi. Untuk memanggil arwah kita akan menggunakan boneka sebagai medianya.
Berikut adalah alat yang diperlukan :
1.Kamu harus menyiapkan sebuah boneka terbuat dari kain dan berisikan kapas serta memiliki kaki dan tangan
2. Beras yang digunakan untuk mengisi boneka.
3. Jarum untuk menjahit boneka
4. Benang merah untuk menjahit boneka
5. Benda tajam seperti pisau untuk memberikan kutukan pada boneka tersebut yang membuatnya marah sehingga mencari kita untuk menusuk kembali
6. Baskom berisi air, dan
7. Air garam
Langkah pertama adalah keluarkan isi boneka berupa kapas lalu isi dengan beras dan kuku tangan atau kakimu sebagai tumbal kedalam boneka sampai penuh, langkah kedua jahit boneka dengan benang merah, langkah ketiga isi baskom dengan air lalu letakkan di kamar, lalu yang terakhir taruh gelas air garam di tempat kamu ingin bersembunyi.
Cara bermainnya adalah :
1. Beri nama pada boneka, lalu tunggu sampai pukul 03.00 dini pagi. Lalu teriaklah nama yang disesuaikan dengan yang akan bermain dan diteriakkan sebanyak 3 kali pada pukul 03.00 dini pagi, contoh “yang cari duluan (nama) ya! “
2. Bawa boneka ke kamar mandi lalu rendam dengan air baskom, lalu keluar dari kamar mandi dan itu matikan seluruh lampu. Pejamkan mata dan hitunglah 1 – 10
3. Kembali ke kamar mandi dan teriak “aku sudah menemukan (nama boneka) lalu tusuk boneka dengan benda tajam sebanyak 3 kali. Lalu teriak lah lagi “sekarang giliran (nama boneka) yang cari!”
4. Keluarlah dari kamar mandi dan pergi bersembunyi
Untuk mengakhiri permainan, carilah boneka sambil membawa segelas air garam dan siram ke boneka dan teriak ” aku menang, (nama boneka) yang kalah! ” lalu bakar dan buang boneka tersebut.”
Mia menyelesaikan bacaanya dengan ekspresi seolah sangat kagum.
“Katanya kan sudah ada yang pernah mencobanya, apa itu sungguhan ya? Aku ingin sekali mencobanya..tapi aku juga takut, apa aku ajak Nancy saja ya…” ucap Mia, dilema.
Nancy adalah teman dekat Mia yang seharusnya tidak Mia ajak untuk bermain “Petak umpet sendirian” itu.
To be continued
Watansoppeng, 4 Januari 2022
