Oleh : Zhalsabila Ramadhani

Malam ini aku merasa sangat kesepian. Aku mulai mengambil ponsel dan mengirimkan Dion beberapa pesan.

“Halo Dion, gimana kabar kamu?” Kataku.

Sambil menunggu Dion membalas pesanku,aku kembali menyimpan ponsel. Tidak lama kemudian, terdengar notifikasi dari Dion. Aku membacanya dan segera membalas chat itu lagi.

“Ya.. ada apa?” Balas Dion.

Aku kembali menjawab pesan itu dengan perasaan senang karena merasa bahagia sekali Dion mau membalas chatku.

“Kamu sibuk ga? Kalau engga, ayo main game , soalnya aku lagi bete banget seharian di rumah terus ga ada yang nemenin”,jawabku.

“Engga,emangnya mau main game apaan?” Balas Dion dengan cepat.

“Bingung juga sih,tapi kayaknya truth or dare seru tuh” Kataku sambil tersenyum menunggu respon Dion.

“Ya udah, ayo main,” Balasnya.

Aku dan Dion memulai permainan. Seru sekali. Mulai dari aku yang memilih dare dan Dion menjahili aku, kemudian Dion yang memilih truth dan menjawab semua pertanyaan dari aku dengan jujur.

Saat Dion kembali memilih truth, aku mulai bertanya kepadanya.
Do you love me Dion?” Kataku ceplas ceplos.
No, I love her. Sorry” Balas Dion tanpa sedikit pun rasa bersalah.
“Ha… ha… it’s okay Dion” Aku membalasnya sambil menahan air mata. Aku sedih sekali menerima kenyataan itu.

Selang beberapa lama, aku menyimpan ponsel di nakas samping tempat tidur, dan mulai menangis. Aku menyukai Dion semenjak 2 tahun yang lalu, tapi ternyata dia menyukai gadis lain. Aku kembali mengingat bagaimana dulu dia memperlakukan aku begitu special. Dia selalu ada saat aku membutuhkan teman cerita. Namun ternyata semua itu hanyalah perhatian seorang sahabat. Tak lebih dari itu. Aku salah selama ini.

Semua perhatiannya aku salah artikan, hingga sekarang aku harus harus menahan sakit yang luar biasa. Dan memang benar kalau ternyata seorang gadis itu kalau sudah ada cowok yang memberikan perhatian istimewa, pasti selalu baper.

Terima kasih Dion atas hari- hari indah yang pernah kita lewati. Aku akan berusaha menata kembali perasaanku yang sudah terluka. Mungkin butuh waktu yang lama, namun aku akan menghapus semua rasa itu. Slow but sure. Hari ini aku mengikhlaskan semuanya dan berdoa untuk kebahagiaanmu.

Masih panjang perjalanan yang harus aku lalui. Aku akan berjuang untuk menggapai cita-citaku. Aku harus mewujudkan harapan orang tuaku.

Selamat jalan kisah duka, selamat datang harapan dan bahagiaku.

Watansoppeng, 2 Januari 2022

(Visited 37 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *